Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsNusantaraPulang dari Nikahan, Satu Keluarga di Labuhanbatu Masuk Parit, 4 Tewas, 2...

Pulang dari Nikahan, Satu Keluarga di Labuhanbatu Masuk Parit, 4 Tewas, 2 Kritis

NUSADAILY.COM – LABUHANBATU – Sebuah mobil mini bus mengalami nahas kecelakaan tunggal di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara Senin (31/05/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil bermerk Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol BM 1030 MS itu membawa satu rombongan keluarga sebanyak 10 orang masuk ke dalam parit dengan kedalaman mencapai 2 meter. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Akibatnya, empat orang tewas di tempat, lima selamat dan dua orang dalam keadaan kritis.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Satu Lagi Jenazah Korban Kecelakaan Perahu di Kedung Ombo

Dihubungi lewat sambungan selular, Kepala Desa Sei Nahodaris, Sukimen mengaku langsung turun ke tempat kejajian perkara (TKP) sesaat setelah mendengar tragedi tersebut.

Menurutnya, mobil itu berangkat dari Dusun Sei Kaluang, Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir hendak pulang ke Pematang Siantar.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Terjepit Mobil Dievakuasi Gulkarmat Jakarta Timur

“Kami belum tahu penyebab mobil itu bisa terbalik dan jatuh ke dalam parit. Menurut keterangan dari penumpang yang selamat, sebagian ada yang mau pulang ke Sidalu – Dalu Propinsi Riau,” kata Sukimen.

Melihat kecelakaan itu, warga setempat langsung ramai berdatangan membantu menyelamatkan para korban dan berusaha menarik mobil itu dari dalam parit.

Baca Juga: Pemkab Garut Biayai Pengobatan Korban Kecelakaan Truk di Sindanggalih

“Kebetulan di dekat situ ada ekskavator lagi bekerja, warga pun meminta tolong kepada operator alat berat itu mengangkat mobil itu dari dalam parit,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh korban, yang meninggal maupun selamat dilarikan ke Puskesmas Labuhanbilik dengan truk yang sedang lewat, agar segera mendapat pertolongan medis.

Baca Juga: Dua Korban Kecelakaan Maut Bus di Sumedang Masih Dirawat Intensif

Keterangan Polisi

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Panai Tengah AKP Rusdi Koto SH membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Ya benar Mas, saat ini anggota sedang mendata nama-nama korban yang meninggal maupun yang selamat di Puskesmas Labuhanbilik,” ujarnya.

Lanjut Kapolsek, Safril Warga setempat yang menjadi saksi, melihat mobil jatuh langsung masuk ke dalam parit. Ia memecahkan kaca mobil untuk menyelamatkan para penumpang yang ada di dalam mobil.

“Kemudian korban ditarik keluar dari dalam mobil oleh saksi. Tetapi yang lain tidak bisa terselamatkan. empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” pungkas AKP Rusdi Koto SH.

Kepala Puskesmas Labuhanbilik, Irma Suriani kepada awak media mengatakan, saat ini tim medis sedang berupaya melakukan pertolongan terhadap korban yang kritis.

“Ada dua orang yang kritis bang, kita berupaya melakukan pertolongan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Menurut Irma, para korban baru pulang dari acara pesta pernikahan keluarganya di Dusun Sei Kaluang, Desa Sei Baru dan akan pulang ke kediaman masing-masing.

Berikut nama-nama rombongan satu keluarga yang mengalami laka Masuk Parit:

Korban Meninggal

  1. Hendrik Sinaga, (35) Laki-laki, Sidalu -Dalu Provinsi Riau
  2. Jari Sinaga (51) Laki -laki, Cikampak, Labuhanbatu Selatan
  3. Repal Sibaga (8) Sidalu- Dalu Provinsi Riau
  4. Patiha Sinaga (7) Cikampak, Labuhanbatu Selatan

Korban selamat

  1. Delima (30) Perempuan, Sidalu – Dalu -Riau
  2. Darmawati (51) Perempuan, Sidalu – Dalu – Riau
  3. Prisdayanti (21) Perempuan, Cikampak, Labuhanbatu Selatan
  4. Faridayanti (24) Perempuan, Cikampak – Labuhanbatu Selatan
  5. Putri (19) Perempuan, Kota Madya Pematang Siantar
  6. Ristauli (16) Perempuan, Kota Madya Pematang Siantar

Sementara itu, kondisi korban Prisdayanti dan Faridayanti kondisinya cukup kritisdan segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantuprapat.

“Alat di Puskesmas tidak lengkap bang, air sudah banyak memasuki paru-paru korban. Sedangkan kondisi korban semakin kritis, ya segera kita rujukan ke RSUD Rantuprapat,” pungkas Irma.(jok/ark)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Jokowi Hadiri KTT G7, Bakal Bicara Gawatnya Krisis Pangan & Energi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Jerman pada Minggu (26/6) sekitar pukul 18.40 waktu setempat. Rencananya, Jokowi akan mengikuti...

NUSADAILY.COM – LABUHANBATU - Sebuah mobil mini bus mengalami nahas kecelakaan tunggal di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara Senin (31/05/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil bermerk Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol BM 1030 MS itu membawa satu rombongan keluarga sebanyak 10 orang masuk ke dalam parit dengan kedalaman mencapai 2 meter. 

Akibatnya, empat orang tewas di tempat, lima selamat dan dua orang dalam keadaan kritis.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Satu Lagi Jenazah Korban Kecelakaan Perahu di Kedung Ombo

Dihubungi lewat sambungan selular, Kepala Desa Sei Nahodaris, Sukimen mengaku langsung turun ke tempat kejajian perkara (TKP) sesaat setelah mendengar tragedi tersebut.

Menurutnya, mobil itu berangkat dari Dusun Sei Kaluang, Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir hendak pulang ke Pematang Siantar.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Terjepit Mobil Dievakuasi Gulkarmat Jakarta Timur

“Kami belum tahu penyebab mobil itu bisa terbalik dan jatuh ke dalam parit. Menurut keterangan dari penumpang yang selamat, sebagian ada yang mau pulang ke Sidalu - Dalu Propinsi Riau," kata Sukimen.

Melihat kecelakaan itu, warga setempat langsung ramai berdatangan membantu menyelamatkan para korban dan berusaha menarik mobil itu dari dalam parit.

Baca Juga: Pemkab Garut Biayai Pengobatan Korban Kecelakaan Truk di Sindanggalih

“Kebetulan di dekat situ ada ekskavator lagi bekerja, warga pun meminta tolong kepada operator alat berat itu mengangkat mobil itu dari dalam parit,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh korban, yang meninggal maupun selamat dilarikan ke Puskesmas Labuhanbilik dengan truk yang sedang lewat, agar segera mendapat pertolongan medis.

Baca Juga: Dua Korban Kecelakaan Maut Bus di Sumedang Masih Dirawat Intensif

Keterangan Polisi

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Panai Tengah AKP Rusdi Koto SH membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Ya benar Mas, saat ini anggota sedang mendata nama-nama korban yang meninggal maupun yang selamat di Puskesmas Labuhanbilik,” ujarnya.

Lanjut Kapolsek, Safril Warga setempat yang menjadi saksi, melihat mobil jatuh langsung masuk ke dalam parit. Ia memecahkan kaca mobil untuk menyelamatkan para penumpang yang ada di dalam mobil.

“Kemudian korban ditarik keluar dari dalam mobil oleh saksi. Tetapi yang lain tidak bisa terselamatkan. empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian," pungkas AKP Rusdi Koto SH.

Kepala Puskesmas Labuhanbilik, Irma Suriani kepada awak media mengatakan, saat ini tim medis sedang berupaya melakukan pertolongan terhadap korban yang kritis.

"Ada dua orang yang kritis bang, kita berupaya melakukan pertolongan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Menurut Irma, para korban baru pulang dari acara pesta pernikahan keluarganya di Dusun Sei Kaluang, Desa Sei Baru dan akan pulang ke kediaman masing-masing.

Berikut nama-nama rombongan satu keluarga yang mengalami laka Masuk Parit:

Korban Meninggal

  1. Hendrik Sinaga, (35) Laki-laki, Sidalu -Dalu Provinsi Riau
  2. Jari Sinaga (51) Laki -laki, Cikampak, Labuhanbatu Selatan
  3. Repal Sibaga (8) Sidalu- Dalu Provinsi Riau
  4. Patiha Sinaga (7) Cikampak, Labuhanbatu Selatan

Korban selamat

  1. Delima (30) Perempuan, Sidalu - Dalu -Riau
  2. Darmawati (51) Perempuan, Sidalu - Dalu – Riau
  3. Prisdayanti (21) Perempuan, Cikampak, Labuhanbatu Selatan
  4. Faridayanti (24) Perempuan, Cikampak - Labuhanbatu Selatan
  5. Putri (19) Perempuan, Kota Madya Pematang Siantar
  6. Ristauli (16) Perempuan, Kota Madya Pematang Siantar

Sementara itu, kondisi korban Prisdayanti dan Faridayanti kondisinya cukup kritisdan segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantuprapat.

“Alat di Puskesmas tidak lengkap bang, air sudah banyak memasuki paru-paru korban. Sedangkan kondisi korban semakin kritis, ya segera kita rujukan ke RSUD Rantuprapat,” pungkas Irma.(jok/ark)