Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPsikolog Soroti Ragam Istilah Berkonotasi Negatif yang Melemahkan Diri, Termasuk Kata 'Gelay'

Psikolog Soroti Ragam Istilah Berkonotasi Negatif yang Melemahkan Diri, Termasuk Kata ‘Gelay’

NUSADAILY.COM – BANJARMASIN – Psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan Shanty Komalasari, M.Psi, menyoroti munculnya ragam kata atau istilah berkonotasi negatif yang melemahkan diri.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Seperti istilah generasi rebahan, mager, gelay atau istilah lainnya yang berkonotasi negatif justru akan membahayakan diri sendiri,” katanya di Banjarmasin, Rabu (10/3).

BACA JUGA: Dinkes Metro Sediakan Layanan Konsultasi Psikologis Bagi Pasien COVID-19 – Nusadaily.com

Menurut dia, istilah-istilah yang menjadi tren diucapkan kalangan generasi muda dan milenial itu akan semakin terinternalisasi ke dalam diri saat seseorang menyatakan bahwa dia seperti istilah yang sebutkan.

Hal itu bisa jadi memicu perilaku negatif dan mudah berpikir negatif tentang diri sendiri maupun orang lain, bahkan lingkungan atau situasi.

Shanty mengutarakan pandemi COVID-19 bukan menjadi halangan apalagi alasan untuk bermalas-malasan hingga putus asa. Generasi yang mengalami masa pandemi, hendaknya menjadi generasi tangguh dan kuat karena telah mampu menghadapi berbagai keterbatasan dan kesulitan.

BACA JUGA: Psikolog Klinis Remaja Dewasa: Stigma Negatif Penyintas COVID-19 Dapat Picu Gangguan Mental – Noktahmerah.com

Termasuk dalam kaitan persaingan dunia kerja di tengah pandemi, jebolan Magister Profesi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, menyarankan sebagai individu setiap orang perlu terus belajar dan mengasah potensi diri agar kompetensi yang dimiliki dapat ditingkatkan.

“Para calon tenaga kerja atau ‘fresh graduate’ dari perguruan tinggi yang berkonsultasi biasanya saya arahkan untuk mengupayakan meningkatkan ‘skill’ dalam bekerja,” kata Sekretaris Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kalimantan Selatan itu.

Di tengah pandemi, tambah dia, banyak tawaran untuk kegiatan seminar, lokakarya, maupun pelatihan secara daring dengan berbagai tawaran menarik mulai berbayar maupun gratis.

BACA JUGA: Psikolog Klinis Remaja Dewasa: Keluarga Miliki Peranan Penting Cegah Anak Berperilaku Kriminal – Imperiumdaily.com

Pencari Kerja Harus Terus Mengasah Diri

Oleh karena itu, menurut dia, para pencari kerja perlu memiliki kesadaran diri yang tinggi agar potensi dirinya terus terasah. Hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri sebagai daya tawar.

“Yang terpenting kita bisa menikmati pekerjaan dan terus menjaga kesehatan mental. Sehingga performa jangan sampai menurun apalagi hilangnya minat untuk bekerja. Untuk itulah, pentingnya menumbuhkan rasa optimisme untuk bisa maju tanpa menyalahkan kondisi misalnya pandemi COVID-19,” kata pemilik Konsultan Psikologi, Synergy Consultant Indonesia dan LPT Global itu.(eky)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily