Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPolres Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjaman Online Ilegal

Polres Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjaman Online Ilegal

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TANJUNGPINANG – Kepala Polres Tanjungpinang, AKBP Fernando, mengaku sudah menginstruksikan jajarannya untuk menyelidiki usaha pinjaman online ilegal di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Saya sudah perintah kepala Satuan Reskrim menyelidiki di lapangan,” kata dia, Jumat.

BACA JUGA : Polda Metro Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pinjaman Online Ilegal

Hal itu, kata dia, sesuai perintah Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, terkait maraknya bisnis pinjol ilegal di Indonesia saat ini. Di Jakarta, sebagai misal, pengelola dan operator pinjaman online ilegal juga sudah ada yang ditangkap polisi. “Kalau kami temukan pinjol ilegal di Tanjungpinang, akan ditindak tegas,” ujarnya.

Lanjut dia sampai sejauh ini pihaknya memang belum menemukan daftar pinjol ilegal yang beroperasi di Tanjungpinang. “Laporan korban terjerat pinjol ilegal juga belum ada,” imbuhnya.

BACA JUGA : Satgas Waspada Investasi Memblokir 3.193 Pinjaman Online Ilegal

Ia meminta agar masyarakat proaktif melapor jika menjadi korban atau menemukan adanya aktivitas pinjol ilegal di Kota Gurindam itu.

Ia turut mengimbau warga tidak tergiur pinjol ilegal dengan iming-iming, misalnya proses pencairan pinjaman yang lebih cepat. “Pastikan pinjol itu resmi berizin OJK, totalnya daftarnya ada 124. Kalau di luar itu, berarti pinjol ilegal dan bodong,” ucap dia.

BACA JUGA : Ketua DPD RI Ingatkan Masyarakat Jangan Gunakan Pinjaman Online Ilegal

Ia menegaskan, pinjaman online ilegal sangat merugikan masyarakat, karena bunganya jauh melebihi bunga bank resmi, sehingga bisa merusak kondisi keuangan rumah tangga masyarakat. “Jadi, jangan sampai terjerumus pinjol ilegal, sangat berbahaya,” katanya.(ros)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR