Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsNusantaraPlt Kasek SMPN 4 Satu Atap Bilah Hilir yang Pecat Guru Akhirnya...

Plt Kasek SMPN 4 Satu Atap Bilah Hilir yang Pecat Guru Akhirnya Dicopot

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – LABUHANBATU – Pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah SMPN 4 Satu Atap Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sri Rahayu S,Pd dicopot dari jabatannya.

Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara Asrol Aziz Lubis SE,M,AP menjawab awak konfirmasi media ini, Senin (13/09/2021) via WhatsApp Messenger App.

“Iya setelah kita pantau melihat perubahannya tidak ada, kita ambil tindakan,”sebut Asrol.

Informasi yang dihimpun awak media ini, Sri Rahayu resmi dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke SMP Negeri di Kecamatan Panai Hulu pada hari Kamis (09/09/2021).

Melawan Perintah Kadis

Pada pemberitaan sebelumnya, Sri Rahayu S, Pd melakukan pemecatan secara sewenang – wenang terhadap 3 orang guru honorer dan 1 orang pegawai perpustakaan di sekolah itu.

Akibat tindakannya yang semena mena, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Asrol Aziz Lubis pada 30 Juli 2021 mengeluarkan SK Tugas untuk keempat orang tersebut. Keempatnya ditugaskan kembali di sekolah itu.

Namun, Sri Rahayu melakukan perlawan secara tidak langsung apa yang menjadi keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Asrol Aziz Lubis yang akrab disapa Acun.

SK tugas yang dikeluarkan Acun tidak sampai ke tangan para guru tersebut. SK tugas itu sudah diserahkan kepada Sri Rahayu, namun tidak diserahkannya kepada para guru yang sempat ia pecat.

“Baru tadi SK itu diberikan kepada kami lewat TU (tata usaha) Bang. Padahal SK itu dikeluarkan pada tanggal 30 Juli 2021 oleh Pak Kadis. Gara – gara tidak diserahkan kepada kami SK itu, sudah 2 bulan lebih kami tidak bisa bertugas di sekolah itu Bang,” ucap Rita kepada awak media ini, Selasa (14/09/2021) di SMPN 4 Satu Atap.

Tidak Bayar Gaji Guru

Tindakan Sri Rahayu melakukan pemecatan tanpa ada kesalahan guru dianggap sudah melanggar peraturan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan Nomor 30 Pasal 14 ayat (1, 2 dan 7).

Selain melakukan pemecatan, gaji guru honorer dari APBD untuk bulan Mei dan Juni tidak dibayarkan oleh Sri Rahayu kepada ketiga orang guru tersebut.

Saat dimintakan gaji ketiga guru itu oleh Bendahara BOS SMPN 4 Satu Atap Hasudungan Tampubolon S,Pd, Sri Rahayu berkilah. Dia mengaku akan langsung memberikannya sekaligus dengan pemberian SK tugas dari dinas pendidikan.

“Tetapi nyatanya SK kami terima dari TU, tapi gaji kami tidak diberikan juga bang, “ujar Nurhayati.

Guru Lama Belum Digaji dari Dana BOS

Tindakan diskriminasi terhadap para guru lama yang bertugas di sekolah itu juga ditunjukkan oleh Sri Rahayu. Sebagai contoh, para guru baru sudah menerima gaji dari dana BOS untuk bulan Juli – Agustus 2021. Sementara guru lama yang bertugas di sekolah itu belum diberi gaji.

“Kami guru lama belum digaji Bang. Sedangkan guru baru sudah digaji,” ujar Wasti Marbun guru bidang studi matematika.

“Saya pun gak tahu apa alasannya guru lama belum digaji. Saya tanyakan soal gaji guru, malah dijawab Bu Sri agar para guru bertugas bagus – bagus,” timpal Hasudungan Tampubolon.

Selama menjabat sebagai wakasek dan bendahara BOS, Hasudungan Tampubolon mengaku tidak tahu menahu soal penggunaan dana BOS.

“Soal penggunaan dana saya tidak pernah dilibatkan. Abang tanya soal bantuan dari BOS Afirmasi dan anggaran sarana perawatan sekolah saya pun tidak tahu,” ungkap Hasudungan.

Diduga Korupsi Jam Mengajar

Lebih mirisnya lagi, sambung Wasti Marbun, selama Sri Rahayu  bertugas di sekolah itu siswa di sekolah itu tidak pernah belajar pelajaran IPS.

“Bu Sri itu guru IPS juga merangkap Plt di sekolah ini. Tetapi ia tidak pernah mengajar. Namun 36 jam pelajaran IPS ia ambil semua. Karena ia sertifikasi,” cetus Wasti.

Ditanya, apa tidak ada guru IPS yang lain, Wasti mengatakan guru IPS disuruh mengajar yang bukan linearnya.  “Guru IPS disuruh mengajar pelajaran prakarya,”paparnya.

Koordinator wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir Maddaim Ritonga S,Pd mengakui pemutasian itu. “Ya Pak, tadi tim dari dinas pendidikan sudah turun kemari melakukan verifikasi penggunaan dana BOS SMPN 4 Satu Atap. Besok rencananya kita antarkan Plt kepala sekolah yang baru ke sekolah itu,” imbuh Maddaim. (jok/aka).

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...