Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPistol Revolver Selundupan dari Filipina Diamankan di Sulawesi Utara

Pistol Revolver Selundupan dari Filipina Diamankan di Sulawesi Utara

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-MANADO – Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulawesi Utara dan Satgas Ops Nemangkawi Polda Papua Barat mengungkap penjualan senjata api dan amunisi ilegal. Polisi menduga senjata dan amunisi ilegal itu berasal dari Filipina kemudian dijual di Sulut dan selanjutnya ke Papua Barat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dirreskrimum Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Trisulastoto Prasetyo Utomo, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, di Manado, Selasa 25 Maret 2020 menjelaskan hal itu.

Trisulastoto mengatakan terungkapnya kasus ini berawal dari penangkapan yang dilakukan saat “Operasi Nemangkawi” oleh Polda Papua Barat.

Dari penangkapan itu, tim dari Polda Papua Barat datang ke Manado, kemudian bersama Resmob Polda Sulut dan dari Mabes melakukan pengembangan.

Dari pengembangan tersebut, kemudian melakukan penangkapan terhadap dua tersangka masing-masing berinisial FR dan RI pada Senin 23 Maret 2020.

Pelaku FR yang berperan sebagai penjual, diamankan Tim Resmob Polda Sulut dan Satgas Ops Nemangkawi di wilayah Kelurahan Bailang Kota Manado.

Pelaku tersebut diduga memesan senjata api ilegal dan amunisi ke Filipina melalui jalur laut.

Sedangkan pelaku RI warga Manokwari berperan sebagai pembeli. Ia ditangkap Satgas Ops Nemangkawi bersama Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulut, di wilayah Kecamatan Wanea Manado. Tersangka RI diamankan bersama barang bukti satu pucuk senpi jenis revolver dan satu butir amunisi berukuran 9 mm.

“Penyidikan kasus ini selanjutnya akan dilakukan Polda Papua Barat, dan Polda Sulut siap ‘back up’ sepenuhnya. Kalau ada kurang-kurang kita bantu,” katanya.

Dalam kasus tersebut, diamankan sejumlah barang bukti yakni satu senpi jenis revolver hitam enam selinder, satu butir amunisi berukuran 9 mm, delapan unit HP, satu buku tabungan bersama ATM, HT. Para pelaku diancam pasal 1(1) UU Nomor 12/DRT/1951. (yos)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR