Saturday, September 18, 2021
HomeNewsNusantaraPenangkar Benih Jahe di Lebak Raup Keuntungan di Tengah Pandemi

Penangkar Benih Jahe di Lebak Raup Keuntungan di Tengah Pandemi

NUSADAILY.COM – LEBAK – Sejumlah penangkar pembenihan jahe merah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meraup keuntungan di tengah pandemi COVID-19, karena banyak permintaan dari masyarakat.

“Kami bisa meraup keuntungan bersih sekitar 60 persen dari pendapatan Rp16 juta/bulan,” kata Jaelani (45), seorang penangkar pembenihan jahe di Cimarga Kabupaten Lebak, Jumat.

BACA JUGA : BPBD Terus Lakukan Penyisiran, Cari Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Selatan Lebak – Nusadaily.com

Tingginya permintaan benih jahe merah tersebut tentu bisa meraup keuntungan cukup besar selama masa pandemi COVID-19. Kebanyakan masyarakat yang membeli benih jahe merah, kata dia, untuk ditanam di ladang dengan masa panen selama sembilan bulan.

Bahkan, lanjutnya, permintaan jahe itu bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 per pekan dengan harga Rp1.000/batang. Jika benih jahe habis, ia terpaksa mencari dari penangkar yang lain.

“Kami merasa kewalahan tingginya permintaan benih jahe itu setelah dipasarkan melalui aplikasi marketplace,” katanya.

Ia mengembangkan penangkaran pembenihan jahe setelah empat tahun lalu terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tangerang, sehingga mencoba membuka usaha penangkaran benih jahe, karena melihat sekitar tetangganya itu kebanyakan berprofesi petani.

BACA JUGA : Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Lebak Banten, BPBD Kerahkan Helikopter – Noktahmerah.com

Potensi usaha penangkaran itu terbukti, kata dia, banyak permintaan dari masyarakat sekitar hingga Serang dan Bogor.

Pembenihan jahe itu, kata dia, bisa dijual setelah berusia enam sampai delapan bulan dengan ketinggian batang 30 sentimeter.

“Kami sebelum pandemi COVID-19 paling bantar bisa meraup keuntungan 50 persen dari pendapatan Rp5 juta/bulan,” katanya.

Begitu juga penangkar pembenihan jahe lainnya, Arya (45) warga Karanganyar, Kabupaten Lebak, mengatakan selama pandemi COVID-19 permintaan benih jahe meningkat.

Permintaan Benih Jahe Meningkat 3 Kali Lipat

Biasanya, lanjut dia, permintaan benih jahe merah sekitar 5.000 batang, namun ditengah pandemi COVID-19 bisa mencapai 15.000 batang/bulan.

BACA JUGA : Perajin Keset Lebak Ciptakan Lapangan Kerja Untuk Tenaga Kerja Lokal – Imperiumdaily.com

“Kami memperkirakan selama pandemi COVID-19 bisa meraup keuntungan 65 persen dari pendapatan Rp15 juta/bulan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan para penangkar benih jahe di wilayahnya cukup berkembang sehubungan permintaan pasar cenderung meningkat.

“Kami mendorong para penangkar benih jahe itu dapat mengembangkan usahanya sehingga mendorong pendapatan ekonomi keluarga,” katanya.(lal)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular