Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPelaku Pembunuh Suryani Terancam Hukuman Mati, Massa Datangi TKP

Pelaku Pembunuh Suryani Terancam Hukuman Mati, Massa Datangi TKP

NUSADAILY.COM – LABUHANBATU – Analisa Nduru (36), pelaku pembunuhan terhadap Susiana alias Suryani (45) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara dikenakan pasal berlapis dan terancam hukuman mati.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal itu dikatakan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi SIK SH,MH dalam gelar acara konfrensi Pers di Mapolda Sumatera Utara. Senin (18/10/2021).

“Pelaku kita tangkap berdasarkan laporan polisi Nomor : LP / A / 146 / X / 2021 / SPKT / SEK- BILAH HILIR / RES-LABUHANBATU, POLDA SUMUT, tanggal 14 Oktober 2021 atas nama korban Susiana alias Suriani,” kata Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Atas perbuatannya, tersangka AN alias Analisa Nduru diancam dengan perkara tindak pidana dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain.

“Pelaku dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 Subs 338 dan atau 365 ayat (3) dari KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” sambungnya.

Sementara itu di hari yang sama, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System ( INAFIS) Poldasu dibawah pimpinan Iptu Azrul sekira pukul 16.00 WIB melakukan olah TKP kembali di lokasi kejadian (TKP).

Olah TKP dilakukan dari luar rumah korban hingga mendatangi rumah pelaku. Jarak antara rumah korban dan pelaku hanya berkisar lebih kurang150 meter.

Massa padati TKP

Kehadiran aparat kepolisian dari Poldasu, Polres Labuhanbatu dan personil Polsek Bilah Hilir ke lokasi kejadian pembunuhan telah dinanti para warga.

Pasalnya, para warga setempat mendapat informasi siang itu akan dilakukan adegan ulang (rekonstruksi) pembunuhan.

Melihat ramainya massa, Kapolsek Bilah Hilir Iptu HS Margolang menggunakan alat pengeras suara mengatakan, kehadiran mereka hanya untuk olah TKP ulang yang akan dilakukan oleh tim INAFIS dari Poldasu.

Mantan KBO Intelkam Polres Labuhanbatu itu meminta kepada yang hadir agar membubarkan diri. Namun, himbauan itu tidak digubris oleh warga. Warga tetap ramai memadati lokasi kejadian hingga pukul 20.00 WIB.

“Kami gak percaya apa yang disampaikan Kapolsek. Karena kami yakin akan ada rekontruksi, karena itu kami gak mau bubar,” kata salah seorang warga kepada awak media ini di lokasi.

Warga berdalih, mereka ingin menyaksikan rekontruksi bagaimana caranya pelaku dengan kejam dan sadis menghabisi nyawa korban.

Warga minta pelaku dihukum mati

Kebiadaban perbuatan pelaku menimbulkan emosional masyarakat di desa itu. Warga berharap pelaku dihukum mati sesuai dengan tindakannya yang sudah tidak manusiawi.

“Sudah merampok, memperkosa, membunuh pula dengan cara sadis. Tega dia sama tetangganya berbuat seperti itu. Semoga hukuman mati diberikan kepadanya,” ujar salah seorang warga setempat kepada awak media ini di TKP.

Keluarga sakit hati

Perbuatan pelaku belum bisa dimaafkan keluarga korban. Kehadiran tim INAFIS dari Poldasu dikira akan gelar rekonstruksi sudah ditunggu keluarga korban.

BACA JUGA: Polres Labuhanbatu Bekuk Terduga Pelaku Pembunuhan Suryani, Korban Diperkosa Lalu Dibunuh

Pantauan awak media ini di lapangan, anak korban yang kedua bernama Rendi langsung mengejar mobil tim INAFIS memasuki lokasi. Anak korban langsung dipegang dan diamankan security PT HSJ yang turut menjaga kekondusifan situasi.

“Gak ada dia Rendi, itu mobil INAFIS gak ada tersangkanya,” ujar sebut R Sinurat security PT HSJ sambil memegangi anak korban.

Sementara keluarga korban lainnya, cukup tenang hadir di tempat itu dengan pandangan dan tatapan yang dingin.

“Kalau dilaksanakan rekonstruksi sore ini bisa rusuh bang. Keluarga korban nampaknya tenang, karena mereka gak terima atas perbuatan pelaku,” sebut salah seorang warga setempat.

Pelaku hadir di olah TKP pertama

Analisa Nduru bisa dikategorikan pembunuh berdarah dingin. Sebab, saat pertama kalinya polisi datang ke lokasi olah TKP, pelaku juga turut hadir di tempat itu dengan tenang seolah tidak ada kejadian.

“Hadir dia kemari bang ikut menyaksikan olah TKP. Ia menyaksikan jenazah korban dinaikkan ambulan. Tenang saja sikapnya bang. Pembunuh berdarah dingin bener dia itu,” kata salah seorang warga di lokasi kejadian.

Emas rampokan dibuang ke parit

Informasi dihimpun dari warga setempat, perhiasan yang diambil korban dengan cara paksa berupa kalung, gelang dan cincin dibuang ke parit oleh pelaku.

“Kita kuras itu parit, tapi hanya gelang yang kita dapatkan dan mainan mata rantai,” ujar sumber.

Menurut keterangan sumber, pelaku meminta uang 1,5 juta rupiah. Namun tidak ada diberi korban. Pelaku selanjutnya meminta korban menunjukkan dimana menyimpan perhiasannya.

“Korban lalu memberikan perhiasannya kepada korban berupa kalung, gelang dan cincin. Sesudah diberi korban pun dibunuhnya dengan 3 bacokan di leher korban. Bacokan leher sebelah kanan, bacokan leher sebelah kiri dan bacokan pada tengkuk belakang. Biadab benar perbuatannya,” sebut sumber dengan nada emosi.

Pelaku diketahui dari daftar absensi

Dilansir Nusadailiy sebelumnya, Suryani, istri Wagino karyawan PT HSJ ditemukan tewas di dalam rumahnya, di perumahan divisi 5 Blok FG Desa Sidomulyo Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara, Kamis (14/10/2021) sekira pukul 11.30 WIB.

Terungkapnya AN sebagai terduga pelaku pembunuhan, dari hasil pemeriksaan aparat kepolisian yang memeriksa data absensi karyawan hari itu yang tidak bekerja.

“Hanya dia (AN) yang tidak masuk kerja pada hari kejadian. Dia tidak masuk tanpa ada surat keterangan. Selain itu ada hal-hal lain yang menguatkan AN adalah pelakunya,” imbuh sumber. (jok/wan/kal)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily