Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsNusantaraPedagang Retail Kopi di Medan Beri Keringanan di Masa Pandemi

Pedagang Retail Kopi di Medan Beri Keringanan di Masa Pandemi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MEDAN – Pedagang retail kopi Sumatera di Kota Medan terpaksa mengambil kebijakan memberi keringanan pembayaran kepada pelanggan, terutama hotel, restoran, dan kafe di tengah pandemi COVID-19 yang mengakibatkan pemberlakuan protokol kesehatan.

BACA JUGA : Usaha Kacang Telur Legendaris Kota Mojokerto Bertahan di Tengah Pandemi – Nusadaily.com

“Kita sebagai penyedia kopi, mengambil skema ‘win-win solution’. Jika selama ini mereka dengan model beli putus, nah sekarang kita kasih waktu jeda sesuai waktu yang disepakati,” terang pedagang retail kopi Sumatera, Fachriz Tanjung di Medan, Senin.

Ia mengaku, akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret tahun lalu terjadi penurunan penjualan kopi. Baik jenis Arabika maupun Robusta sekitar 80 persen dari total satu hingga dua ton per bulan.

BACA JUGA : Nilai Ekspor Perikanan Jawa Tengah 2020 Mencapai Rp2,78 Triliun – Noktahmerah.com

Penjualan Kopi Bangkit di Tengah Pandemi

Kini penjualan kopi asal Sumatera tersebut secara perlahan mulai bangkit menjadi 40 persen persen per bulan di tengah penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jam operasional maupun pemberlakuan jam malam baik hotel, restoran, dan kafe di Tanah Air.

“Selain bertahan, kita juga melakukan inovasi. Awal tahun ini, kita buka toko kopi Sumatera dari Aceh sampai Lampung. Selain tempat edukasi bagi warga yang hadir langsung ke toko ini, mereka bisa memilih kopi dalam bentuk biji sangrai atau bubuk dengan harga cukup terjangkau minimal pembelian 100 gram atau satu ons,” kata dia.

BACA JUGA : Koster Keukeh Suap-suapan Satu Sendok di Acara PDIP Bali Tak Langgar Prokes – Imperiumdaily.com

Ia mengatakan, retail atau pengecer kopi Sumatera diserap oleh pasar domestik yang dikuasai pihaknya mayoritas berasal dari Jawa dengan kopi andalan jenis Arabika Gayo ditanam di daerah dataran tinggi Aceh.

“Untuk kebutuhan nasional, kebanyakan kopi Gayo. Di samping rasanya yang unik, dan karakter kopinya dipengaruhi oleh unsur tanah. Tapi kita sediakan juga dari Sumut, seperti Karo, Lintong, Mandailing, dan Sipirok. Jambi ada kopi Kerinci, nanti dari Meranti (Riau) kopi Liberika, kopi dari Sumsel, dan Lampung,” terang Fachriz.(lal)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yukšŸ¦šŸ¦ ##tiktoktaiment

ā™¬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan TugasĀ COVID-19Ā  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...