Senin, September 26, 2022
BerandaNewsNusantaraPartai Buruh Sumut Minta Kapolda Atensi Penembakan Satpam PTPN III KANAS

Partai Buruh Sumut Minta Kapolda Atensi Penembakan Satpam PTPN III KANAS

NUSADAILY.COM – MEDAN – Partai Buruh Sumatera Utara meminta Polda Sumatera Utara memberikan atensi khusus mengungkap kasus percobaan pembunuhan Andika Syahputra, Satpam PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) (Persero) Kebun Aek Nabara Selatan (KANAS) Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (20/05) sekitar pukul 04.00 WIB lalu. Buruh dengan Jabatan sebagai Satuan Pengamanan (Satpam), selain tunduk terhadap regulasi tentang ketenagakerjaan, juga tunduk kepada semua Peraturan Kapolri (Perkap) tentang Satpam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

‘’Satpam adalah pembantu utama POLRI dalam menjaga dan memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sehingga POLRI wajib memberikan perlindungan kepadanya dalam melaksanakan tugas- tugasnya,” jelas Willi Agus Utomo, SH, Ketua  Exco Partai Buruh Sumatera Utara, Senin  (23/05) kepada Nusadaily.com di Sekretariat Partai Buruh Jalan Bajak II Simpang Marindal Medan, saat diminta pendapatnya tentang peristiwa percobaan pembunuhan Andika Syahputra, Satpam PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III (Persero) Kebun Aek Nabara Selatan (KANAS) Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (20/05) sekitar pukul  04.00 WIB lalu.

Lebih lanjut Willi Agus Utomo memaparkan, percobaan pembunuhan yang dilakukan pelaku dengan menggunakan senjata airsoft gun kepada koban Andika Syahputra wajib menjadi atensi khusus Inspektur Jendral (Irjen Pol)  RZ. Panca Putra Simanjuntak, Kapolda Sumatera Utara.

Andika Syahputra adalah anggota SatPam di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar sebagai objek vital nasional (Obvitnas). Pengamanan Obvitnas sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia (KEPPRES) No.63 Tahun 2004, tentang Pengamanan Objek Vital Nasional Juncto Perkap Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Pemberian Bantuan Pengamanan Pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu, merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari tugas dan fungsi Polri, sehingga peristiwa pidana percobaan pembunuhan kepada Andika Syahputra tidak terlepas dari tanggung jawab Kapolda Sumatera Utara Untuk mengungkapnya.

Masih menurut Willi Agus Utomo, percobaan pembunuhan yang terjadi kepada Andika Syahputra dikategorikan sebagai  tindak pidana kejahatan berat dengan melanggar pasal Pasal 53 junto 338 KUH Pidana, dengan ancaman pidana penjara kurungan, maksimum 10 tahun.

Sedangkan bila kemudian dari hasil pengembangan penyidikan ditemukan bukti bahwa percobaan pembunuhan kepada Andika Syahputra terdapat unsur direncanakan, maka secara otomatis pasal 340 KUHPidana diterapkan kepada peakunya.

Perkara percobaan pembunuhan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja harus segera diungkap sebab efeknya akan berdampak kepada traumanya seluruh SatPam di PTPN III (Persero) KANAS dan dampaknya  kepada  terganggunya keamanan aset perusahaan.

‘’Selain itu bagi pelakunya dapat dikenakan Undang – Undang Darurat No 12 Tahun 1951, bila kemudian ternyata pelaku tidak memiliki izin penggunaan senjata api,” tegas Willi Agus Utomo,SH.

Menilik kronologi peristiwa Andika Syahputra, ciri-ciri pelaku merupakan bukti petunjuk Polri untuk mengungkap perkara percobaan pembunuhan ini. Itu sebagai dasar untuk melakukan analisa apa motif rencana pembunuhan dan siapa pelakunya. (abn/wan)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Ledakan Bahan Mercon di Asrama Brimob Sukoharjo, Begini Kondisi Terkini TKP

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ledakan bahan mercon terjadi di kawasan asrama polisi kawasan Markas Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Telukan, Grogol, Sukoharjo, tadi...