Senin, September 20, 2021
BerandaNewsNusantaraMiris, Plt Kasek SMPN 4 Bilah Hilir Labuhanbatu Pecat 3 Guru dan...

Miris, Plt Kasek SMPN 4 Bilah Hilir Labuhanbatu Pecat 3 Guru dan 1 Pegawai Perpustakaan Tanpa Penjelasan

NUSADAILY.COM – LABUHANBATU – Seorang Plt Kepala Sekolah di SMPN 4 Bilah Hilir, Labuhanbatu Sumatera Utara, Sri Rahayu S,Pd memecat 3 guru dan 1 pegawai perpustakaan tanpa penjelasan.

Meskipun jabatannya masih Plt dan masih dalam hitungan lebih kurang 1 tahunan bertugas di sekolah itu, Sri Rahayu S,Pd tega melakukan pemecatan terhadap 3 orang guru honorer. Selain itu, satu orang pegawai perpustakaan yang sudah bertugas di sekolah itu selama 7 tahun.

Ada pun nama guru honorer yang dipecat yaitu, Nurhayati SP,d ( guru bidang studi matematika), Evi Listia Ningsih S,Pd, ( guru bidang studi bahasa Inggris), Sunario S,Iq, S,Pd,I ( guru bidang studi agama), dan Rita Katarina Purba, Amd.com ( pegawai perpustakaan).

Mirisnya, pemecatan terhadap 3 orang guru honorer dan 1 orang pegawai perpustakaan itu tidak melalui surat secara tertulis dan tanpa adanya penjelasan apa kesalahan yang mereka perbuat.

“Kami diberhentikan tanpa ada ucapan pemberhentian dari beliau ( Sri Rahayu) atau pun secara tertulis. Jika ada salah kami, tentunya kami diberi teguran lebih dahulu baik secara lisan maupun tulisan. Ini apa pun tidak ada,” kata Nurhayati S,Pd bersama 3 orang rekannya yang dipecat, Minggu (18/07/2021).

Menurut Nurhayati, pemecatan dilakukan sang kasek terhadap mereka hanya melalui daftar tugas guru mengajar yang dikirim ke WA group guru sekolah.

“Disitu dikatakan, bagi yang namanya tidak ada ada dalam daftar tugas mengajar, agar tidak masuk lagi ke sekolah. Nama kami berempat tidak ada bang, berarti kami kan diberhentikan,” timpal Evi.

Dijelaskan mereka kembali, pemecatan terhadap mereka dikarenakan kepala sekolah sakit hati. Sebab, mereka pernah mengadu kepada Koordinator Wilayah dinas pendidikan soal gaji yang mereka terima dari kepala sekolah sering telat.

“Saat itu mau lebaran, kami belum juga gajian. Sementara SMP Negeri yang lain sudah pada gajian. Selain itu, selama ini gaji selalu telat waktu pemberiannya. Kami pun mengadu ke Korwil. Itulah salah satu alasannya kami diberhentikan,” urai Nurhayati dibenarkan oleh rekan – rekannya.

“Kami juga mengadu ke Dinas Pendidikan di Rantauprapat bang, karena honor kami tidak sampai 50 persen dari Dana BOS. Apa salah kami melapor atau curhat ke dinas pendidikan sebagai atasan kami?” timpal Evi kembali.

Mengetahui mereka melapor ke dinas dan ke korwil, Sri Rahayu malah semakin bersikap arogan dan mengatakan laporan itu diterima tetapi tidak akan pernah ditanggapi.

“Memang kalian melapor ke dinas itu diterima, tetapi jangan harap ditanggapi. Bahkan orang dari dinas mengatakan kepada saya, kalau anggota gak bisa pakai buang saja,” terang Evi menirukan ucapan kepala sekolah.

BACA JUGA: Waduh! WHO Desak RI Tak Longgarkan PPKM Darurat Setelah 25 Juli

Soal laporan ke Korwil, tambah Nurhayati, Sri Rahayu juga mengatakan laporan itu tidak akan ditanggapi karena korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir itu familinya.

“Kata dia kami diberhentikan atas perintah Pak Korwil. Apa lagi ia katakan kalau Pak Korwil itu saudaranya. Terus katanya lagi, mana mungkin kami dibela bang,” sambung Rita Katarina.

Sementara Rita Katarina Purba Amd,com mengaku dipecat karena kepala sekolah beralasan titelnya tidak memenuhi syarat. Sehingga SK tugasnya tidak bisa dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten.

BACA JUGA: Studi: Jeda Lebih Panjang Antardosis Pfizer Tingkatkan Antibodi

“Saya sudah 7 tahun bertugas di sekolah itu bang, alasannya saya dipecat karena pendidikan saya tidak memenuhi syarat. Sementara rekan saya juga di perpustakaan juga tamatan D3, tetapi tidak diberhentikan,”ungkap Rita.

Sama halnya dengan Sunario S.Iq, S,Pd,I, ia mengaku juga tidak tahu apa alasan ia turut diberhentikan oleh kepala sekolah.

“Saya sudah minta maaf kepada beliau ( Sri Rahayu) jika saya ada salah. Tetapi kenyataannya kami diberhentikan. Bahkan soal kami diberhentikan kami disuruh kepala sekolah meminta pertanggungjawaban dari Bu Lister dan Bu Dewi Lestari,”imbuh Sunario.

Ditanya apa alasannya harus meminta pertanggung jawaban dari Lister dan Dewi Lestari, Sunario juga tidak tahu apa alasannya.

“Apa karena Bu Lister dan Bu Dewi ikut juga ke dinas melaporkan dia. Ya mungkin karena itu bang. Tetapi apa pula kami harus meminta pertanggung jawaban mereka?,” ucap Sunario.

BACA JUGA: Lirik Single Angel Denny Caknan ft Cak Percil

Dengan dipecatnya mereka dari sekolah itu tanpa ada kejelasan, lanjut Sunario, kepala sekolah sudah menerima guru baru.

“Saat ini sudah guru pengganti saya bang yang masih belum sarjana dan masih menyusun skripsi. Bagi saya itu tak masalah bang. Tetapi alasan ia memberhentikan Rita Katarina karena tidak S1 itu tidak masuk akal bang,”cetus Sunario kembali.

“Di SMP Negeri 2 bagian perpustakaan hanya tamatan SMA bang. Gak masalah kok. Karena pegawai perpustakaan kan gak bertugas mengajar bang,”timpal Evi lagi.

Korwil Dinas Pendidikan membantah

Koordinator wilayah dinas pendidikan Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Maddaim Ritonga, S,Pd dikonfirmasi awak media via selular membantah jika ia ada menyuruh Sei Rahayu agar memberhentikan atau memecat guru yang dianggap vokal dan tidak bisa dipakai.

“Apa ada hak saya memerintahkan kasek memecat guru, apa mungkin itu Pak?,” jawab Maddaim.

Disoal kembali karena kepala sekolah dimaksud mengaku bersaudara dengannya, Maddaim malah mengatakan seraya bertanya apa hubungannya.

Terpisah, keterangan yang dihimpun Nusadaily.com dari guru-guru lainnya yang bertugas di sekolah SMP Negeri 4 Satu Atap, juga membenarkan bahwasannya gaji sering telat mereka terima dari kepala sekolah.

Plt Kepala Sekolah: Itu hak preogatif saya!

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 satu atap Sri Rahayu S,Pd ditemui diruang kerjanya, Senin (19/07/2021) membenarkan telah memecat 3 orang guru dan satu orang honorer.

Ditanya, jika mereka berbuat kesalahan, mengapa tidak dibuat surat peringatan terlebih dahulu berupa SP 1 sampai SP3, Sri Rahayu malah mengatakan tidak perlu pakai surat peringatan.

“Gak perlulah pakai SP1 segala bang, Saya kan kepala sekolah. Gak cocok sama saya ya saya berhentikan. Itu kan hak preogatif saya bang,” ucap Rahayu.

Disoal kembali, apakah karena ia sakit hati para guru itu mengadu ke Korwil, ia membantah hal itu. Namun Sri Rahayu mengaku kecewa terhadap guru guru yang melapor ke dinas pendidikan.

Sri Rahayu juga mengatakan, bahwasanya para guru yang bertugas di sekolah itu tidak terlalu jadi problem diberhentikan karena tidak mengajar pada pelajaran inti. (jok/kal)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...