Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsNusantaraMiris! KPAI Ungkap Bujuk Rayu Pelaku Perdagangan Anak di Jambi

Miris! KPAI Ungkap Bujuk Rayu Pelaku Perdagangan Anak di Jambi

NUSADAILY.COM – JAMBI – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap bujuk rayu pelaku utama perdagangan 30 anak di Jambi. KPAI menyebut para korban diiming-imingi pelaku bisa dapat banyak uang dan membeli handphone (HP) baru.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : KPAI Kutuk Keras Sekuriti Perkosa Anak Pasien, Pelaku Harus Dihukum Maksimal

“Jadi, ya, rata-rata korban ini ditawari seperti nanti dapat bisa beli handphone baru, atau nanti juga dapat banyak uang. Ya itulah cara mereka untuk dibujuk rayu hingga akhirnya menjadi korban kekerasan seksual dan perdagangan orang,” kata Komisioner KPAI, Ai Maryati Solihah, Jumat (10/3/2022).

BACA JUGA : Bocah Cianjur Makan Kertas Rokok, Ini Kata KPAI!

Ai Maryati menyebut mudahnya pelaku membujuk korban karena disebabkan korban masih anak di bawah umur yang berstatus pelajar. Menurutnya, peran penting keluarga menjadi faktor utama agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban perdagangan dan kekerasan seksual.

“Cara bujuk rayu dengan mengimingi barang-barang seperti handphone itu dinilai begitu gampang dilakukan sehingga cara itu kemudian korban lainnya bisa direkrut dan akhirnya banyaklah korban-korban lainnya,” ucapnya.

BACA JUGA : Jelang HAN 2021, KPAI Dorong Perbaikan Empat Isu Ini

KPAI tak hanya bakal mengawasi proses hukum kasus tersebut. KPAI juga akan turut mendampingi pemulihan psikologis korban.

KPAI berharap pemerintah Jambi peduli dan tidak diam dengan adanya kejadian luar biasa yang terjadi ini.

Perlindungan Hukum Terhadap Anak

“Yang paling kami harapkan itu kepada pemerintah di Jambi pertama agar terjaganya perlindungan hukum si anak, lalu kondisi psikologisnya bisa kembali teratasi dan paling penting hak pendidikan anak ini bisa terjamin. Karena kami tidak mau pendidikan anak ini tak terjamin, atau sampai nanti hak pendidikan anak jadi tercoreng moreng dengan adanya persoalan ini,” ujarnya.

BACA JUGA : Jelang HAN 2021, KPAI Dorong Perbaikan Empat Isu Ini

Untuk diketahui, dari 30 anak yang menjadi korban perdagangan manusia, KPAI mendata ada 16 anak yang saat ini baru mendapat pendampingan khusus seperti rehabilitasi sosial untuk mengembalikan kesehatan psikologis korban.

Dilansir dari detik.com, kasus perdagangan 30 anak di Jambi berhasil dibongkar polisi setelah adanya laporan warga yang mengalami kehilangan anaknya. Ada 4 orang pelaku yang saat itu berhasil ditangkap polisi yakni S alias Koko (52), R (36), P (19), dan ARS (15).

BACA JUGA : Fuji-Mayang Selalu Dibandingkan Netizen, Ini Kesan Fuji Saat Bertemu Mayang

Dari hasil pemeriksaan polisi, jika antara pelaku utama S dengan dua orang mucikari R dan P sudah saling kenal. S kemudian menawarkan R dan P untuk mencarikan anak di bawah umur yang dapat ditiduri.

Muncikari

Dari tawaran itu, dua muncikari R dan P mencari anak di bawah umur itu, lalu ketemulah dengan ARS. Dari pertemuan itu berlanjutlah hingga akhirnya ada 30 anak yang sudah dijual dan ditiduri oleh S.

Perbuatan tersebut dilakukan S kepada anak-anak di bawah umur itu di beberapa hotel di Jakarta. Bahkan, usut-punya usut, pelaku S ini juga merupakan salah satu pemilik hiburan malam di Jakarta.

Setiap melakukan hubungan seksual terhadap korban. Mereka diberi upah mulai ada yang Rp 3 juta serta ada yang Rp 3,5 juta. Bahkan korban juga difasilitasi biaya transport baik dari jalur darat maupun udara untuk bisa tiba ke Jakarta tentunya dibantu oleh sang mucikari.(ros)

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

Wanita Iran yang Ditembak Mati Jadi Ikon Perlawanan

NUSADAILY.COM – KARAJ - Seorang wanita muda ditembak mati di Iran yang sekarang menjadi wajah perlawanan. Wanita di seluruh dunia mengekspresikan solidaritas mereka dan memotong...