Senin, September 20, 2021
BerandaNewsNusantaraMaling Emas Senilai Rp 341 Juta Bebas, Padahal 14 Hari Ditahan Polsek...

Maling Emas Senilai Rp 341 Juta Bebas, Padahal 14 Hari Ditahan Polsek Bilah Hilir

NUSADAILY.COM-LABUHANBATU- Maling emas senilai Rp 341 juta bebas. Ya, ia bebas atas penangguhan penahanan oleh Polsek Bilah Hilir atas tersangka Tri Agung Yoga. Yakni dalam perkara pencurian emas milik Aminah (60) warga Desa Sei Kasih Kecamatan, Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA: Penanganan Kasus Pencurian Emas Senilai 341 Juta di Polsek Bilah Hilir Dinilai Korban Lambat dan Janggal – Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Tangkap Bandar Sabu, Tim Satresnarkoba Labuhanbatu Dilempari Batu – Nusadaily.com

Kasus ini semakin menarik untuk ditelisik. Sebab, proses penanganan kasus pencurian emas di Polsek Bilah Hilir dari awal sudah penuh dengan “teka – teki”. Sehingga menimbulkan kontroversi dalam penyelidikan dan penyidikannya.

Semakin menariknya kasus itu, pada Rabu (31/04)2021), Tri Agung Yoga pencuri emas senilai Rp 341 juta tersebut kembali menghirup udara bebas. Ia hanya ditahan selama kurang lebih 14 hari di Polsek Bilah Hilir. Demikian pula S. Harahap salah satu penadah emas curian itu.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Ahmad Syafei Lubis SH dihubungi via seluler oleh awak media, Kamis (2/04/2021) sekira pukul 16.30 WIB. Kapolsek dikonfirmasi soal penangguhan tersebut tidak berkenan mengangkat panggilan. Dikonfirmasi via WhatsApp juga tidak berkenan memberikan balasan.

Selanjutnya, konfirmasi via seluler pun dilanjut melalui Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir Iptu Ilham Lubis. Pihaknya membenarkan pelaku pencurian emas serta penadahnya S. Harahap dilepas. Ini dalam bentuk penangguhan penahanan.

Peran Perempuan Berinisial L

Menjawab awak media ini, apa alasan penangguhan penahanan terhadap pelaku. Ilham Lubis berdalih penangguhan terhadap Tri Agung Yoga dikarenakan pelaku masih di bawah umur.

Saat disoal awak media ini, bahwa pelaku sudah menikah dan sudah memiliki anak. Apakah masih bisa disebut di bawah umur? Ilham Lubis berkilah pernikahan itu tidak sah secara hukum negara karena nikah siri.

“Pada saat kejadian pencurian, pelaku itu usianya masih di bawah umur. Sedangkan nikahnya itu nikah siri tidak terdaftar di negara,” ujar Ilham Lubis.

Ilham Lubis juga mengatakan, penangguhan penahanan itu karena itu kasus 367 soal pencurian dalam keluarga. Hal itu dikatakannya karena emas yang dicuri pelaku merupakan emas milik mertua pelaku. Tetapi anehnya, pelaku tetap ia kategorikan sebagai anak di bawah umur.

Untuk penangguhan tersebut, Ilham Lubis mengaku sudah berkoordinasi dengan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Labuhanbatu di Rantauprapat.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kasi Pidum, karena pelaku di bawah umur. Makanya kita tangguhkan penahanannya. Kita tahan anak di bawah umur nanti bisa jadi masalah pula,” kilah Ilham Lubis.

Disoal tentang masih banyak pelaku lain yang terlibat turut membantu menjualkan emas curian itu. Namun belum pernah ada yang dipanggil atau diperiksa oleh penyidik. Ilham mengaku penyidik pernah memeriksa wanita berinisial L yang turut menjualkan emas curian itu.

“Si L pernah kita periksa, tetapi si L tidak mengakui ada menerima uang Rp 1 juta dari Yoga sebagaimana pengakuan Yoga. Kita anggap tidak cukup unsur untuk dilakukan penahanan makanya si L kita lepaskan kembali,” dalihnya.

Pelaku Dijamin Anggota DPRD

Ilham juga mengatakan tetap memprioritaskan akan menangkap penadah barang curian itu yang berdomisili di Kecamatan Pangkatan. Dijelaskan awak media ini, bahwasannya sesuai keterangan korban dan EE istri pelaku. Bahwa pelaku ada memberi uang sebesar Rp 5 juta kepada ibu kandungnya dari hasil penjualan emas curian tersebut.

Ternyata pelaku ada membeli sepeda motor dari hasil perbuatan yang sama dan sudah disampaikan kepada penyidik Bripka B Simare – Mare tetapi tidak digubris. Ilham Lubis menjawab akan memeriksa kembali hasil berita acara pemeriksaan ( BAP) yang dibuat penyidik.

“Nanti saya akan tanyakan kembali kepada Yoga (pelaku) dan saya akan lihat hasil BAP Yoga yang dibuat penyidik,” imbuhnya soal maling emas Rp 341 juta bebas.

Disoal apa alasan menangguhkan S. Harahap salah satu penadah yang sudah sempat ditahan. Ilham mengatakan S. Harahap dijamin keluarganya dan penjaminnya salah seorang anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

Korban Kecewa, Kuasa Hukum Pertanyakan Kinerja Polsek

Aminah akrab disapa Kak Ameng, diminta tanggapannya atas penangguhan penahanan Tri Agung Yoga dan S Harahap. Yakni yang dilakukan Polsek Bilah Hilir. Ia mengaku sangat kecewa terhadap kinerja Polsek Bilah Hilir.

“Enam bulan laporan saya itu jalan di tempat, setelah diberitakan media baru diproses kembali. Setelah itu baru ditangkap pelaku pencurian dan penadahnya. Baru 14 hari ditahan, sekarang ditangguhkan pula. Apa mereka gak mikir kerugian saya itu ratusan juta. Sakit kali hati saya. Menantu saya yang mencuri dibilang pula anak di bawah umur. Jadi anak yang dilahirkan anak saya itu bukan dia bapaknya?,” papar Aminah.

Atas penangguhan penahanan Tri Agung Yoga karena disebut di bawah umur. Nur Sriani SH, selaku kuasa hukum Aminah diminta tanggapannya dengan tegas mengatakan. Tidak bisa seseorang disebut di bawah umur. Apabila sudah menikah meski pun itu pernikahan siri. Apalagi pelaku sudah memiliki anak.

“Dalih mereka mengatakan pelaku anak di bawah umur meski pun pelaku sudah punya anak sudah jelas ngaco. Meski pun usia 18 tahun tetapi sudah memiliki anak tidak bisa lagi disebut anak di bawah umur,”sebutnya.

Menurut Nur Sriani, penangguhan penahanan terhadap pelaku dengan dalih anak di bawah umur oleh Polsek Bilah Hilir. Hal ini terkesan dipaksakan dan kontradiktif dari proses penyidikan yang mereka lakukan terhadap pelaku.

“Jika pelaku anak di bawah umur, apa kewenangan Polsek melakukan penyidikan terhadap pelaku. Itu gawenya UPPA. Alasan mereka gak bisa menahan pelaku, tetapi kenyataannya pelaku ditahan selama 14 hari di Polsek Bilah Hilir. Sudah penuh dengan kontradiksi kerja mereka. Penyidikan awal juga pelaku tidak didampingi kuasa hukum atau orang tua kandungnya. Kok sekarang cerita anak di bawah umur? Kita lihat sajalah nanti kelanjutan kasus ini,” ungkapnya mengakhiri.(jok/cak)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...