Senin, September 20, 2021
BerandaNewsNusantaraKRL Yogyakarta-Solo Beroperasi 20 Perjalanan saat Libur Lebaran

KRL Yogyakarta-Solo Beroperasi 20 Perjalanan saat Libur Lebaran

NUSADAILY.COM – YOGYAKARTA – KRL Yogyakarta-Solo tetap akan beroperasi selama libur Lebaran dengan menjalankan 20 perjalanan setiap hari dimulai dari pukul 05.00-19.10 WIB pada stasiun pemberangkatan awal.

“Selama libur Lebaran, KRL Yogyakarta-Solo tetap akan dioperasionalkan dengan melakukan pembatasan frekuensi perjalanan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam rilis yang diterima di Yogyakarta, Rabu.

BACA JUGA : Dinkes Pontianak Siagakan Puskesmas 24 Jam Selama Libur Lebaran Idul Fitri – Nusadaily.com

Sebelum masa pembatasan perjalanan, KRL Yogyakarta-Solo bisa dioperasionalkan sebanyak 22 kali perjalanan setiap hari, bahkan bisa ditambah menjadi 24 perjalanan setiap hari, terutama saat libur panjang akhir pekan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Namun demikian selama masa libur Lebaran dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dilakukan pembatasan perjalanan sesuai aturan transportasi yang ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA : Penggunaan Internet Saat Lebaran Didominasi Panggilan Video – Imperiumdaily.com

KAI Commuter mencatat rata-rata jumlah penumpang KRL Yogyakarta-Solo sebelum masa pembatasan perjalanan pada 13 April hingga 5 Mei mencapai 4.288 orang per hari. Sedangkan pada masa pembatasan  sejak 6 Mei menurun hingga 22 persen yaitu menjadi 3.363 penumpang per hari.

Selain KRL Yogyakarta-Solo, kereta lokal Prambanan Ekspres (Prameks) yang melayani relasi Yogyakarta-Kutoarjo juga tetap dioperasionalkan delapan perjalanan setiap hari. Layanan perjalanan dimulai pukul 05.15 WIB hingga 17.35 WIB.

BACA JUGA : Sleman Imbau Destinasi Wisata Disiplin Prokes pada Libur Lebaran – Noktahmerah.com

Pembatasan Mobilitas Masyarakat

Pembatasan operasional atau frekuensi perjalanan tersebut dimaksudkan sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakat guna mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penularan COVID-19.

Selama operasional, KRL Yogyakarta-Solo dan Prameks juga tetap dilakukan dengan pelaksanaan protokol kesehatan ketat. Yaitu mewajibkan seluruh penumpang memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta pembatasan di tiap gerbong.

Jumlah penumpang di tiap gerbong maksimal 74 orang sehingga akan dilakukan penyekatan kepada penumpang saat akan masuk ke peron di stasiun.

KAI Commuter berharap, meski layanan KRL Yogyakarta-Solo dan Prameks tetap dioperasionalkan selama libur Lebaran, namun pengguna diharapkan tetap tidak mudik.

Penggunaan moda transporatsi kereta api hanya untuk keperluan mendesak dengan menerapkan protokol kesehatan ketat selama perjalanan.(lal)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...