Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsNusantaraKomitmen Warga Perbatasan RI-Malaysia Soal Stop Buang Air Besar Sembarangan

Komitmen Warga Perbatasan RI-Malaysia Soal Stop Buang Air Besar Sembarangan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – KALIMANTAN BARAT – Warga Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, di perbatasan RI-Malaysia. Berkomitmen untuk stop buang air besar di sembarangan tempat untuk mewujudkan pola hidup bersih dan sehat di daerah itu.

“Ada lima desa di Kecamatan Badau mendeklarasikan stop buang air besar sembarangan. Hal itu merupakan bentuk komitmen yang tinggi dari masyarakat. Dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan,” kata Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan. Saat menghadiri deklarasi stop buang air besar sembarangan lima desa di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Jumat.

Baca Juga: Kejari Kapuas Hulu Terima Berkas Perkara Tipikor Mts Ma’arif Putussibau

Dia mengatakan lima desa itu, Sebindang, Kerukak, Pulau Majang, Seriang, dan Janting.

Dia menyebut dari 282 desa dan kelurahan di Kabupaten Kapuas Hulu, hingga September 2021, sudah 33 desa di 15 kecamatan yang layak menjadi desa stop buang air besar sembarangan.

Kecamatan Badau, sejak 2020 hingga 2021, telah mampu mencapai lima desa stop buang air besar sembarangan. Dengan akses sanitasi jamban sehat 97,2 persen.

Ia menyebut deklarasi stop buang air besar di sembarang tempat wujud pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kapuas Hulu hingga Tiga Meter

“Desa yang dengan kemandiriannya mampu mengubah perilaku masyarakat menuju perilaku hidup yang lebih bersih dan sehat. Dari masyarakat yang buang air besar di sembarang tempat menjadi buang air besar di jamban yang sehat. Itu merupakan suatu komitmen luar biasa,” ucap Fransiskus.

Ia berharap, prestasi tersebut dapat dipertahankan dan berkelanjutan. Tujuannya agar seluruh masyarakat desa itu tetap sehat dengan lingkungan dan kebersihan yang selalu terjaga.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyinggung masalah yang masih dihadapi Kecamatan Badau. Yakni, pengelolaan sampah rumah tangga yang aman dan pengelolaan limbah cair rumah tangga secara baik.

Baca Juga: Banjir Terjang Kapuas Hulu, 398 KK Terpaksa Mengungsi

Hingga saat ini, katanya, masih cukup banyak rumah tangga belum memiliki tempat sampah yang memenuhi standar.

“Untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat pemerintah telah merencanakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM),” kata dia.(nd3)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...