Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraKang Emil Sebut Jabar Sudah Terbebas dari zona oranye

Kang Emil Sebut Jabar Sudah Terbebas dari zona oranye

NUSADAILY.COM – BANDUNG – Seluruh daerah di Jawa Barat sudah terbebas dari zona oranye dan kini berada di zona kuning atau risiko rendah. Dengan skor 2,73 berdasarkan data Bersatu Lawan COVID-19 periode 13-19 September 2021.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Kita sudah zona kuning semua, tingkat kepatuhan naik di 91 persen, jaga jarak naik di 89 persen,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau yang kerap disapa Kang Emil saat jumpa pers virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah di Jabar Kompak Jalankan PPKM Darurat

Periode sebelumnya atau 6-12 September 2021, dari 27 kabupaten/kota tercatat masih masuk zona oranye atau risiko sedang. Yakni Kabupaten Cirebon, namun kini statusnya mengalami perbaikan.

Meski bebas dari zona oranye dan merah, taat prokes 5M harus berjalan karena pandemi belum usai, kenyataannya sudah terlihat.

Data per 23 September 2021 tingkat kepatuhan warga Jabar dalam memakai masker mencapai 91,09 persen dan jaga jarak 89,54 persen.

Gubernur juga menyampaikan kabar gembira lain, yakni angka kasus aktif yang kembali menurun.

Data Bersatu Lawan Covid (BLC) periode 23 September 2021. Menunjukan angka kasus aktif di Jabar hanya 3.843 atau turun 143 kasus dari hari sebelumnya. Di satu sisi angka kesembuhan meningkat 373 menjadi 683.088 orang.

“Kasus aktif tinggal 3.800-an sehingga mudah-mudahan seiring waktu, dukungan beberapa pekan ke depan. Kita bisa mengurangi drastis lagi kasus aktif yang ada di Jawa Barat,” kata Kang Emil.

Baca Juga: Ridwan Kamil Lebaran Virtual dengan Perangkat Daerah dan Petugas Pos

Dari jumlah tersebut, ada tiga daerah yang memiliki angka kasus aktif paling tinggi yakni Kota Cimahi 2,96 persen, Kabupaten Ciamis 1,62 persen, dan Kabupaten Bandung 1,16 persen.

Kang Emil menambahkan, tingkat keterisian kamar tidur (bed occupancy rate/BOR) untuk COVID-19 di rumah sakit rujukan kembali menurun. Dari puncaknya yang menjadi 91 persen kini menjadi 6,28 persen saja per 23 September 2021.

Mengenai kabar kluster COVID-19 di 149 sekolah. Dengan jumlah terinfeksi COVID-19 sebanyak 1.152 guru dan tenaga kependidikan. Serta 2.478 siswa pasca pembelajaran tatap muka di Jabar, Gubernur menyatakan data ini masih perlu ada konfirmasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Selaku pihak yang dikabarkan mengeluarkan data.

“Sudah ada pengecekan ke Pusat dari mana datanya, (tapi) masih belum terkonfirmasi. Kami belum bisa mengiyakan apakah ada kluster di 149 sekolah,” kata Kang Emil.

Jika pun benar, maka PTM di sekolah tersebut sebaiknya berhenti sementara sampai situasi membaik. Serta pemkab/pemkot mengawasi lebih ketat lagi SOP dan penerapan prokes di sekolah.

Capaian vaksinasi

Ridwan Kamil juga mengatakan capaian vaksinasi di Jabar terus meningkat dari hari ke hari. Per 24 September 2021, ada 21.658.726 dosis vaksin yang sudah disuntikkan ke masyarakat yang jadi sasaran.

Kecepatan rata-rata harian vaksinasi Jabar juga kini menjadi yang tertinggi di Indonesia, di angka 311.011 dosis per hari. Daerah lain seperti Jawa Tengah 250.487 dosis per hari, Jawa Timur 219.043 dosis, DKI Jakarta 62.031 dosis, Banten 77.129 dosis, dan Sumatera Utara 70.649 dosis per hari.

Meskipun masih di atas daerah lain, namun kecepatan suntikan vaksin per harinya harus terus ada peningkatan. Karena kecepatan vaksin ideal agar target vaksinasi bisa selesai di Desember 2021 adalah 547.268 dosis per hari.

“Sudah 21,6 juta dosis kita suntikkan kemungkinan tertinggi di Indonesia sudah 311.000 dosis per hari. Itu sudah sangat tertinggi. Mudah-mudahan menjadi target di Jawa Barat yang penduduknya paling banyak,” kata Kang Emil.

Baca Juga: Mendag dan Ridwan Kamil Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Bandung

“Saya laporkan jumlah vaksinasi harian Jawa Barat itu sudah mencapai yang tertinggi di Indonesia per harinya sudah di atas 311.000-an dosis per hari. Jawa Tengah 250.000 dosis per hari, Jawa Timur 219.000 per hari, Jakarta 62.000, Banten 77.000, Sumatera Barat 70.000,” katanya.

Jabar saat ini sedang kampanye “Menuju 37 Juta Warga Divaksinasi” yang ditargetkan selesai akhir Desember 2021.

Untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity), selain cakupan vaksinasi yang baik juga diperlukan disiplin prokes 5M dan pola hidup bersih dan sehat dari masyarakat.(nd3)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily