Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsNusantaraKAI Purwokerto Sesuaikan Tarif Layanan Tes Antigen

KAI Purwokerto Sesuaikan Tarif Layanan Tes Antigen

NUSADAILY.COM – PURWOKERTO – Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan penyesuaian tarif tes antigen yang dilayani sejumlah stasiun di wilayah operasional badan usaha milik negara (BUMN) itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam keterangannya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi penyesuaian tarif tersebut dilakukan seiring dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang menurunkan tarif batas atas biaya rapid test antigen pada 1 September 2021.

BACA JUGA : Moeldoko: KSP Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Buatan Lokal

Dalam hal ini, kata dia, tarif tertinggi tes antigen di Jawa-Bali menjadi Rp99.000 dan untuk daerah lain ditetapkan menjadi Rp109.000.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan tarif tes antigen di stasiun yang selama ini sebesar Rp85.000 mengalami penyesuaian. Yakni hanya sebesar Rp45.000 terhitung mulai tanggal 24 September 2021.

BACA JUGA : Satgas COVID-19 Kepri Larang Klinik Jual Alat Tes Antigen ke Warga

“Penyesuaian tarif tersebut merupakan wujud komitmen KAI untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini tentunya juga diharapkan menjadi angin segar bagi calon pelanggan yang akan menggunakan jasa layanan transportasi kereta api. Karena penyesuaian tarif ini semakin ekonomis dan terjangkau,” katanya.

Menurut dia, stasiun di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto yang melayani tes antigen terdiri atas Stasiun Purwokerto, Stasiun Kroya, Stasiun Gombong. Lalu Stasiun Kebumen, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Sidareja.

BACA JUGA : Satgas Lakukan Tes Antigen Acak pada Penumpang Pesawat di Bandara Sorong

Lebih lanjut, Ayep mengimbau seluruh calon penumpang kereta api untuk mengecek kembali syarat naik KA jarak jauh.

“Hal itu disebabkan selama penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), KAI masih menerapkan persyaratan yang mengacu pada Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi COVID-19, dan Surat Edaran Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021,” katanya.

Ia mengatakan beberapa persyaratan tersebut di antaranya larangan naik KA jarak jauh bagi anak berusia di bawah 12 tahun yang berlaku sejak tanggal 29 Juli 2021.

Sementara untuk pelanggan yang berusia di atas 12 tahun, kata dia, tetap mengikuti persyaratan yang telah diberlakukan sebelumnya. Seperti wajib menunjukkan kartu vaksinasi minimal suntikan dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes PCR maksimal 2×24 jam. Atau antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Pengecualian berlaku bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Tapi mereka wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19,” kata Ayep menjelaskan.(lal)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM - PURWOKERTO - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan penyesuaian tarif tes antigen yang dilayani sejumlah stasiun di wilayah operasional badan usaha milik negara (BUMN) itu.

Dalam keterangannya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi penyesuaian tarif tersebut dilakukan seiring dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang menurunkan tarif batas atas biaya rapid test antigen pada 1 September 2021.

BACA JUGA : Moeldoko: KSP Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Buatan Lokal

Dalam hal ini, kata dia, tarif tertinggi tes antigen di Jawa-Bali menjadi Rp99.000 dan untuk daerah lain ditetapkan menjadi Rp109.000.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan tarif tes antigen di stasiun yang selama ini sebesar Rp85.000 mengalami penyesuaian. Yakni hanya sebesar Rp45.000 terhitung mulai tanggal 24 September 2021.

BACA JUGA : Satgas COVID-19 Kepri Larang Klinik Jual Alat Tes Antigen ke Warga

"Penyesuaian tarif tersebut merupakan wujud komitmen KAI untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini tentunya juga diharapkan menjadi angin segar bagi calon pelanggan yang akan menggunakan jasa layanan transportasi kereta api. Karena penyesuaian tarif ini semakin ekonomis dan terjangkau,” katanya.

Menurut dia, stasiun di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto yang melayani tes antigen terdiri atas Stasiun Purwokerto, Stasiun Kroya, Stasiun Gombong. Lalu Stasiun Kebumen, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Sidareja.

BACA JUGA : Satgas Lakukan Tes Antigen Acak pada Penumpang Pesawat di Bandara Sorong

Lebih lanjut, Ayep mengimbau seluruh calon penumpang kereta api untuk mengecek kembali syarat naik KA jarak jauh.

"Hal itu disebabkan selama penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), KAI masih menerapkan persyaratan yang mengacu pada Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi COVID-19, dan Surat Edaran Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021," katanya.

Ia mengatakan beberapa persyaratan tersebut di antaranya larangan naik KA jarak jauh bagi anak berusia di bawah 12 tahun yang berlaku sejak tanggal 29 Juli 2021.

Sementara untuk pelanggan yang berusia di atas 12 tahun, kata dia, tetap mengikuti persyaratan yang telah diberlakukan sebelumnya. Seperti wajib menunjukkan kartu vaksinasi minimal suntikan dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes PCR maksimal 2x24 jam. Atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Pengecualian berlaku bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Tapi mereka wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19," kata Ayep menjelaskan.(lal)