Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraGP Ansor Tolak 500 TKA China Masuk Sulawesi Tenggara

GP Ansor Tolak 500 TKA China Masuk Sulawesi Tenggara

NUSADAILY.COM – KENDARI – Kebijakan Menakertrans RI dengan memberikan izin Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 500 pekerja mendapat reaksi dari Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sultra.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ketua PW GP Ansor Sultra Pendais Haq mengatakan, GP Ansor Sultra sangat kecewa dan menyesalkan kebijakan Menakertrans yang mengeluarkan kebijakan memberikan izin masuknya TKA asal Cina sebanyak 500 orang masuk ke Indonesia.

“Ini bukan soal China-nya. Tetapi kondisi bangsa sedang tertatih-tatih melawan wabah pandemi virus corona yang sampai saat ini terus bertambah,” kata Pendais, dalam keterangan yang diterima Nusadaily.com Sabtu 2 Mei 2020.

Menurut dia, Menakertrans semestinya memahami kaidah fikih tentang kondisi darurat. Jangankan Peraturan Pemerintah (PP) ataupun UU sekalipun, bayangkan perintah Alquran saja tentang Salat Jumat terpaksa ditiadakan dan diganti dengan Salat Zuhur di rumah karena berlaku kaidah adharuriyah (kondisi darurat).

“Saya mengimbau kepada seluruh organisasi masyarakat sipil (OMS) yang ada di Sultra agar sama-sama menyatakan sikap menolak atas kebijakan tersebut. Mestinya segala kebijakan dan regulasi apa pun dari pemerintah baik pusat maupun daerah saat ini fokus pada penanganan dan mitigasi Pandemi Covid-19,” ujarnya.

“Saya mendukung penuh sikap Pemprov dan DPRD Sultra yang secara tegas menolak izin tersebut,” tuturnya.

Penolakan TKA China

Sebelumnya, kebijakan pemerintah mendatangkan 500 TKA asal China ditentang banyak pihak, tak terkecuali DPRD, Pemprov dan masyrakat setempat.

TKA China itu rencananya bekerja di perusahaan pemurnian (smelter) PT VDNI di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Penolakan atas rencana itu pun berdatangan. Mulai dari DPRD, Pemprov, serta masyarakat Sultra. Bahkan, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh lantang mengancam memimpin langsung akhis unjuk rasa penolakan bersama warga.

Demikian pula dengan Gubernur Sultra, Ali Mazi yang tegas menolak kedatangan 500 TKA itu. Meski ratusan TKA itu sudah menjalani protokol kesehatan, Ali Mazi menyatakan bahwa suasana hati masyarakat belum mau menerima kedatangan TKA China itu.

“Kondisi ini, harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan mendengarkan aspirasi masyarakat setempat,” tutur Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, Umarsyah, pada awak media, belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah harus merespon positif karena kebijakan pemerintah pusat cenderung mengabaikan perasaan dan keresahan yang terjadi di daerah.

“Kami memahamai dan merespons positif suara masyarakat Sultra. Pemerintah pusat kita imbau untuk mau mendengar suara mereka, stop dulu kehadiran TKA asing itu. Apalagi ditengah wabah seperti saat ini,” tuturnya. (red)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily