Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsNusantaraDukung Pelestarian Hutan Papua, Slank dan Papua Jungle Chef Kolaborasi

Dukung Pelestarian Hutan Papua, Slank dan Papua Jungle Chef Kolaborasi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – Jayapura – Grup band Slank dan Papua Jungle Chef berkolaborasi mendukung pelestarian hutan tropis di Papua lewat kampanye Defending Paradise yang disuarakan Yayasan EcoNusa.

CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar dalam “Ngobrol Santai: Hutan Papua dalam Perpektif Seniman” di Ungkea Jungle Resto, Kecamatan Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, mengatakan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan musisi, menjadi upaya untuk menggaungkan pentingnya menjaga kelestarian hutan hujan tropis di Papua karena “surga” itu mulai terancam.

“Alam menyediakan semua untuk kita. ‘Surga’ di alam Papua mulai terancam dan perlahan akan habis jika kita, yang di Papua dan wilayah lain di Indonesia, tidak turut menjaganya. Itu yang kami ingin suarakan dengan Defending Paradise,” katanya.

Orang yang tinggal di kota justru harus belajar dari masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Agar tahu cara menjaga hutan dan alam. Melalui makanan dan musik, harapannya dapat menyentuh masyarakat lebih luas. Kemudian pesan penting dari hutan di Tanah Papua dapat tersampaikan, ujar dia.

Slank sebagai salah satu band di Indonesia yang kerap menunjukkan rasa cintanya terhadap bumi lewat lagu-lagunya, berpartisipasi dalam kampanye Defending Paradise.

Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau yang lebih akrab disapa Kaka Slank mengatakan Papua memiliki kekayaan yang luar biasa. Mulai dari hutan, laut, budaya serta kulinernya.

“Hutan itu harta, itu kekayaan. Standar orang kaya itu ya Papua. Semua punya, hutan punya, laut bagus, keramahtamahan mereka punya, keragaman kuliner juga punya. Kekayaan bisa habis, sekarang tergantung manusianya, mau tidak untuk menjaga dan masih ingin memiliki hutan Papua,” ujar dia.

BACA JUGA: DPD RI Apresiasi Pembangunan Pertanian di Papua

Upaya perlindungan dan pelestarian hutan Papua juga dilakukan oleh komunitas Papua Jungle Chef yang diketuai oleh Chef Charles Toto. Sejak 1997 ia mempraktikkan dan mendampingi masyarakat di banyak kampung di Papua dan Papua Barat untuk mengolah berbagai komoditas pangan yang kaya di hutan menjadi kuliner khas Papua, tanpa merusak ekosistemnya.

Tempat tinggal, udara, makanan, air dan seluruh elemen kehidupan lainnya diberikan oleh alam. Chef Charles Toto mengatakan hutan adalah pasar bagi masyarakat Papua yang dapat ‘belanja’ memenuhi kebutuhan pangan tanpa mengeluarkan uang.

“Kita harus menjaga agar orang di Papua tetap mengkonsumsi apa yang menjadi makanan lokalnya, seperti umbi-umbian. Jangan sampai masyarakat lokal dianggap ‘gaul’ kalau mengkonsumsi makanan dari luar. Ini saatnya orang banyak, orang yang tinggal di kota-kota besar tahu rasa dan makanan lokal,” ujar dia.

Tidak hanya menjelaskan tentang kekayaan pangan yang ada di hutan, Chef Charles Toto juga memasak langsung makanan khas yang terbuat dari sagu dan sayuran yang tumbuh di dalam hutan.

“Apa yang dikonsumsi pada acara hari ini semua bahan baku kita ambil dari dalam hutan sini. Misalnya sayur lilin yang punya protein tinggi sama seperti telur. Ini yang banyak orang tidak tahu tapi masyarakat adat sudah lama jaga ini. Pesan bagi masyarakat muda untuk jaga hutan maka hutan akan jaga kita,” ujar dia. (nd5)

BACA JUGA: BBKSDA Papua Terima Translokasi 46 Ekor Burung Asal Papua

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...