Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsNusantaraDuh, Harimau Sumatera Jantan Mati Dijerat Pemburu

Duh, Harimau Sumatera Jantan Mati Dijerat Pemburu

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-PEKANBARU – Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) mati akibat jerat pemburu di area konsesi hutan tanaman industri PT Arara Abadi, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Bangkai harimau langka itu ditemukan Selasa 19 Mei 2020.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, Selasa, menyatakan ada dugaan kuat pelaku adalah pemburu harimau Sumatera profesional. Oknum yang memasang jerat sangat memahami seluk beluk lokasi kejadian.

“Kalau dilihat dari kasusnya, jerat ini dipasang oleh pemburu karena dari sling (kawat) yang digunakan ukurannya besar dan ada umpan untuk harimaunya,” katanya.

Ia menjelaskan BBKSDA Riau menerima laporan Humas PT Arara Abadi. Bahwa ada seekor harimau Sumatera liar yang terjerat di area konservasi. Tepatnya di Distrik Gelombang, Desa Minas Barat, Siak pada Senin (18/5).

Menurut dia, pihak perusahaan mengaku pertama kali mendapat laporan tersebut dari Kepala Desa Minas Barat. Kepala desa diberitahu oleh masyarakat saat mencari ikan di sekitar lokasi tersebut.

Menurut keterangan dari PT Arara Abadi dan sumber sumber lainnya, lanjut Suharyono, harimau Sumatera tersebut diperkirakan terjerat pemburu sekitar satu pekan. Sehingga memperparah luka yang ada di kakinya.

Jauhnya sumber air dari lokasi harimau yang terjerat menjadi penyebab satwa tersebut mengalami dehidrasi.

Harimau Sumatera Usia 2 Tahun

Meski begitu, ia mengatakan lokasi harimau terjerat tidak jauh dari Pekanbaru. Hanya sekitar dua jam perjalanan darat. Lokasi harimau juga tidak jauh dari akses jalan, hanya sekitar 15 menit berjalan kaki dari tepi jalan perusahaan.

“Sayang harimau Sumatera sudah dalam kondisi mati dengan kaki depan kanan terjerat dan sudah dipenuhi lalat dan belatung,” katanya.

Suharyono mengatakan area tersebut merupakan wilayah jelajah satwa dilindungi tersebut. “Area tersebut adalah kantong harimau Sumatera,” katanya.

Tim BBKSDA Riau membawa bangkai harimau tersebut ke Pekanbaru untuk dilakukan nekropsi atau bedah bangkai.

Dokter hewan BBKSDA Riau, Danang menyatakan, ketika dibedah perut harimau berisi babi yang menjadi umpan jerat yang dipasang pemburu.

“Diperkirakan usia harimau baru 1-2 tahun, jens kelaminnya jantan,” katanya.

Dilihat dari lukanya, diperkirakan harimau tersebut sudah terjerat sekitar lima hari atau lebih dan kondisi lukanya sudah infeksi.

“Kalau dilihat kondisi lukanya itu luka yang sangat dalam dan terbuka, jadi pintu masuk bakteri dan pasti ada infeksi,” kata Suharyono.

Hingga kini pihak PT Arara Abadi belum memberikan konfirmasi atas insiden tersebut. (yos)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Meski Usia Baru Seumur Jagung, Kota Batu Bertabur Prestasi

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Kota Batu masih berusia relatif muda dibandingkan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Tepat di hari ini, Minggu (17/10), kota...