Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsNusantaraDua Senpi Ilegal Ditemukan di Rumah Tri Nugraha Eks Kepala BPN yang...

Dua Senpi Ilegal Ditemukan di Rumah Tri Nugraha Eks Kepala BPN yang Bunuh Diri

NUSADAILY.COM-DENPASAR – Polda Bali menemukan dua senjata api (senpi) ilegal saat menggeledah rumah Tri Nugraha, Eks Kepala BPN Denpasar yang bunuh diri di kantor Kejati Bali.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Rumah Tri yang menjadi tersangka kasus gratifikasi dan TPPU itu berada di Jalan Gunung Talang, Padangsambian, Denpasar Barat.

“Jadi yang kita temukan senpi mauser dan senjata api kecil tidak ada ijin dan tidak terdaftar,” kata Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan, Rabu 2 September 2020.

Ia mengatakan selain dua senpi ilegal, juga ditemukan dokumen surat kepemilikan senjata api. Namun tidak ada senjatanya.

“Jadi ini akan dilakukan pendalaman atas informasi tersebut atas kepemilikan senjata lainnya. Apa yang menjadi kepemilikan daripada tersangka dengan beberapa peluru lainnya yang masih aktif dan melakukan penelurusan,” jelas Dodi.

Sementara itu, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Tri Nugraha ditemukan meninggal dengan luka tembak di bagian dada kiri pada Senin (31/8) di dalam toilet Kejati Bali.

Kemudian, yang menyebabkan mantan Kepala BPN Badung ini meninggal dari hasil autopsi rumah sakit, adalah karena luka tembak yang tembus pada tubuhnya. Lalu ada proyektil di TKP.

Ia mengatakan akan mengidentifikasi proyektil dan senjata api tersebut. Lalu dilakukan pemeriksaan detail dari laboratorium Mabes Polri untuk melengkapi identik atau tidaknya proyektil dan senjata itu.

“Untuk senjata yang diduga digunakan oleh tersangka Tri Nugraha bunuh diri juga akan diperdalam dengan penyelidikan terkait kenapa senpi ada pada dirinya,” jelasnya.

Sedangkan hasil pemeriksaan analisa CCTV di TKP (Kantor Kejaksaan Tinggi Bali) lantai dua, di ruang lobi, menemukan bahwa terlihat penasehat hukum dari Tri Nugraha yang mengambil tas miliknya dari dalam loker.

“Benar penasehat hukum yang mengambil tasnya. Dan tidak dilakukan pemeriksaan badan atau barang pada saat tersangka minta diambil tasnya di loker. Di sini dilakukan penyelidikan bahwa diduga tersangka memang membawa senpi dalam tas miliknya,” jelasnya.

Dodi menjelaskan saat pra rekonstruksi saksi yang ada di TKP, bahwa benar Tri Nugraha berada sendirian dalam toilet. Dan ditemukan proyektil beserta senpi dengan luka tembak.

“Diperkuat dari hasil otopsi penyebab kematiannya karena luka tembak yang berada di posisi dada tembus ke belakang mengenai bagian organ jantung yang menyebabkan terjadi pendarahan berat,” jelas Dodi Rahmawan.

Baca pula:
Eks Kepala BPN Bunuh Diri di Kejati Bali, Tim Kejagung Lakukan Penyelidikan
Bunuh Diri di Kantor Kejati Bali: FKPPI Bali Desak Digelar Penyelidikan
Polisi Heran Senjata Api Bisa Masuk Kantor Kejati Bali
Dor..Eks Kepala BPN Denpasar Bunuh Diri di Kantor Kejati Bali

Sebelumnya, Tri Nugraha ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus Gratifikasi dan TPPU pesertifikatan.

Pada Senin (31/8) sekitar 19.40 Wita, saat tersangka Tri Nugraha akan diproses penahanan dari Kejati Bali menuju Lapas Kerobokan, diketahui Tri Nugraha melakukan bunuh diri dalam toilet Kantor Kejati Bali.

Menurut keterangan Wakajati Bali, Asep Maryono bahwa saat itu diduga Tri Nugraha menembakkan senpi ke arah dada kirinya saat berada dalam toilet. (yos)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

PHK Besar-besaran Guncang Startup, Ini Penyebabnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua perusahaan rintisan atau startup tanah air, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education belum lama ini...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily