Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaNewsNusantaraDLHK Investigasi Pencemaran Limbah Batu Bara di Aceh Barat

DLHK Investigasi Pencemaran Limbah Batu Bara di Aceh Barat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MEULABOH, ACEH – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Investigasi adanya indikasi dan dugaan pencemaran lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tujoh, Kecamatan Meureubo. Dugaan sementara adalah akibat bocornya pembuangan limbah batu bara.

“Sampelnya sudah kita kirimkan ke Balai Riset dan Standardisasi Industri Aceh. Guna adanya pemeriksaan sampel air sungai dugaannya telah tercemar,” kata Kepala DLHK Kabupaten Aceh Barat, Bukhari di Meulaboh, Kamis.

Baca Juga: Pemkab Nagan Raya Hentikan Pembangunan Tempat Penumpukan Batu Bara

Ia mengatakan, pemeriksaan sampel tersebut sangat perlu, guna memastikan indikasi pencemaran lingkungan. Terutama di DAS Krueng Tujoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang sebelumnya masuk laporan dari masyarakat.

Ada pun sampel air sungai yang diduga telah tercemar tersebut. Masing-masing diambil di kawasan Desa Balee dan Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Baca Juga: Harga Batu Bara Acuan Capai 150,03 Dolar AS per Ton pada September

Bukhari mengatakan, pemerintah daerah harus melakukan penindakan karena dampak dugaan pencemaran lingkungan. dugaan penyebabnya adalah limbah batu bara tersebut, telah berdampak terganggunya ekonomi masyarakat termasuk petani.

Berdasarkan pengakuan dari kalangan petani di Desa Balee dan Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Sejak tiga hingga empat tahun terakhir petani di daerah ini tidak bisa lagi menanam padi karena selalu mengalami gagal panen.

Baca Juga: Pemerintah Pakai Kecerdasan Buatan Awasi Tambang Mineral dan Batu Bara

“Ada sekitar 10 hektare lahan sawah di Kecamatan Meureubo Aceh Barat yang saat ini telah tidak bisa lagi ditanami. Dugaannya akibat pencemaran limbah batu bara,” kata Bukhari.

Oleh karena itu, pemerintah daerah saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) Aceh, guna mengambil langkah selanjutnya terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga: Badan Geologi: Sumber Daya Batu Bara Indonesia 143,73 Miliar Ton

Selain dari Pemkab Aceh Barat, beberapa hari lalu sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga sudah turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan sampel air sungai, yang dugaannya telah tercemar akibat limbah batu bara, kata Bukhari menuturkan.(nd3)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

NAIF Yth:

“Yth: NAIF”, Penghormatan terhadap Grup Band NAIF

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Diskoria, Ardhito Pramono dan Isyana Sarasvati persembahkan lagu "Yth: NAIF" bagai bentuk penghormatan terhadap grup band NAIF yang menyatakan diri...