Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraDi NTT, Demam Berdarah Lebih Ganas Dibanding Virus Corona

Di NTT, Demam Berdarah Lebih Ganas Dibanding Virus Corona

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY-KUPANG – Serangan demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih menakutkan dibanding dengan virus corona. Sebab data menunjukkan demam berdarah di NTT telah merenggut 42 nyawa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengatakan hal utama yang harus dikhawatirkan saat ini di NTT justru demam berdarah, bukan virus corona. Sebab hingga Senin 16 Maret 2020 telah menelan korban 42 orang meninggal dunia.

“Untuk COVID-19 kita perlu waspada, tetapi yang perlu dikhawatirkan saat ini adalah masalah DBD yang saat ini sudah menerjang 22 kabupaten/kota se-NTT,” kata Wagub NTT kepada wartawan di Kupang, Rabu 18 Maret 2020.

Hal ini disampaikan Josef Nae Soi berkaitan dengan semakin meningkatnya jumlah korban meninggal akibat DBD. Korban meninggal terbanyak berada di kabupaten Sikka dengan jumlah korban meninggal 14 orang.

Meskipun jumlah pasien DBD dari hari ke hari terus mengalami penurunan, berkat penanganan yang sigap dari dokter dan pemerintah daerah.

“Kami juga sudah mengimbau kepada sejumlah bupati untuk tidak hanya mencegah masuknya virus COVID-19 tetapi juga menanggani dan mencegah penyebaran nyamuk Aides aegypty yang menyebabkan DBD,” tambah dia.

Orang nomor dua di NTT itu mengatakan seluruh masyarakat NTT juga sudah menyatakan perang melawan DBD itu. Salah satu cara adalah dengan membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai sampah-sampah.

“Saya mau sampaikan juga kepada masyarakat NTT bahwa sampah itu kalau dalam bahasa latin Odi et Amo yang artinya membenci dan mencintai.Kalau kita mencintai sampah berarti kita pungut sampah dan membuang pada tempatnya penyakit tidak akan datang, tapi kalau kita membenci sampah, kita buang sembarang maka penyakit akan datang kepada kita,” ucap dia.

Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Rabu (18/3) pagi melaporkan bahwa kasus DBD di NTT sampai dengan Senin (16/3) sudah terdapat 3.661 kasus DBD di NTT dengan korban meninggal mencapai 42 orang.

Penyumbang kasus DBD terbanyak masih berada pada kabupaten Sikka dengan jumlah kasus 1.335 kasus dengan kematian mencapai 14 orang.

Posisi kedua ditempati kota Kupang dengan jumlah kasus mencapai 502 kasus dengan korban meninggal mencapai lima orang. (yos)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR