Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraBNPB Beri Penghargaan 44 Komunitas Peduli Sungai di Maluku

BNPB Beri Penghargaan 44 Komunitas Peduli Sungai di Maluku

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – AMBON – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merayakan peringatan Bulan Pengurangan Risiko bencana (PRB) tahun 2021 dengan menyerahkan penghargaan kepada 44 komunitas peduli sungai (KPS) yang ada di Provinsi Maluku.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BNPB Ganip Warsito didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail, kepada enam perwakilan KPS, yang dipusatkan di Kampus IAIN Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa.

BACA JUGA: Begini Sosok Jacklyn Choppers, Polisi Nyentrik yang Pernah Diberondong Peluru

Perwakilan KPS yang menerima penghargaan diantaranya KPS Kalesang Negeri Soya untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Batugajah, KPS Oriental di DAS Batu Gantung, KPS Alstonia (DAS Batu Gajah), KPS Kalesang Soya (DAS Wairuhu) dan KPS Hatukau yang mengelola DAS Hatukau atau sungai Batu Merah.

Kepala BNPB memberikan apresiasi yang tinggi kepada puluhan KPS yang secara sukarela, tulus dan ikhlas. Rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menjaga, merawat dan memelihara sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Harga Cewek Open BO di Kota Madiun Murah Meriah Rp300 Ribu-Rp1,5Jt, Pelanggan Mulai Anak SMA hingga Pejabat

“Saya sangat mengapresiasi gerakan yang sudah dan akan terus dilakukan KPS di Provinsi Maluku untuk melestarikan sungai dan lingkungan sekitar secara konsisten,” katanya.

Ia menyatakan, lima hal penting yang harus dilakukan dan dikembangkan oleh KPS yang umumnya beranggotakan generasi muda. Yakni terwujudnya koordinasi, melaksanakan merupakan kampanye pelestarian lingkungan hidup.

BACA JUGA: Aipda Ambarita Diperiksa Propam Polda Metro Jaya Usai Viral Cek HP Warga

Melakukan identifikasi dan analisa kondisi DAS terutama yang membutuhkan perhatian lebih serta menjadi prioritas penanganan. Terwujudnya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat serta serta pemilihan tanaman ekologis yang bernilai ekonomis.

“Lima hal ini perlu dilakukan sebagai upaya mitigasi di sekitar wilayah DAS. Jadi kegiatan dilakukan sekarang ini adalah pengurangan risiko bencana, artinya kita melakukan mitigasi dan pencegahan apabila terjadi bencana,” katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, kata dia,  maka “output” yang diharapkan adalah meningkatkan produktivitas lahan dan pemanfaatan sungai sebagai mana fungsi alaminya, sedangkan “outcome” yang yang diharapkan tercapai adalah menurunkan indeks risiko bencana.

BACA JUGA: Begini Kata Profesor Psikologi soal Pemerkosaan di Kereta AS yang Ditonton Penumpang

Sedangkan Gubernur Murad Ismail menegaskan, kehadiran KPS di Maluku sebagai bukti itikad baik dan komitmen masyarakat untuk bersama pemerintah mewujudkan lingkungan yang asri dan berkualitas untuk generasi penerus.

“Kolaborasi masyarakat dan pemerintah saat ini sangat dibutuhkan, terutama mengatasi mengatasi bencana dan ancaman perubahan iklim di wilayah Maluku,” katanya.

Gubernur juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada BNPB atas penunjukkan Maluku sebagai tuan rumah. Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2021.

BACA JUGA: Dikira Lalisa Eh Ternyata Cita Citata

“Ini sebuah kepercayaan yang luar biasa untuk menggugah peran serta semua pihak untuk membangkitkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi bencana. Terutama meminimalisasi dampak yang ditimbulkan,” katanya.

Hasil dari berbagai kajian dilaksanakan selama peringatan Bulan PRB yang telah berlangsung sejak 1 Oktober di Kota Ambon. Akan dijadikan acuan untuk penyusunan langkah strategis penanggulangan bencana di Maluku di masa mendatang, demikian Murad Ismail.(eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR