Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsNusantaraBEM Poltesa dan Kodim 1208 Sambas Hadirkan Perpustakaan di Desa Tertinggal

BEM Poltesa dan Kodim 1208 Sambas Hadirkan Perpustakaan di Desa Tertinggal

NUSADAILY.COM – PONTIANAK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) bersama Kodim 1208 Sambas ikut menghadirkan perpustakaan di desa tertinggal sebagai wujud kepedulian mahasiswa pentingnya literasi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Dengan didukung Kodim 1208 Sambas, Alhamdulillah kami bisa merealisasikan pembangunan perpustakaan mini di desa tertinggal di Kabupaten Sambas yakni Desa Seret Ayon, Kecamatan Tebas,” ujar Presiden BEM Poltesa, Irfan Rabbani saat dihubungi di Sambas, Selasa.

BACA JUGA: Emil Ingatkan BEM Hadapi Revolusi Industri 4.0 – Nusadaily.com

Irfan menjelaskan menghadirkan perpustakaan mini tersebut untuk menjawab kegelisahan dan satu di antara solusi yang diberikan mahasiswa karena melihat pendidikan yang belum merata di Kabupaten Sambas.

“Pemerataan pendidikan baik dari segi sarana dan prasarana, maupun muatan pelajaran serta tenaga pendidik terkhusus di daerah daerah tertinggal (3T) di Kabupaten Sambas ini belum merata. Dengan demikian tentu kita tidak boleh diam namun tetap memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan selain menghadirkan perpustakaan mini BEM Poltesa juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat, sosialisasi pendidikan ke sekolah dan anak anak, serta pendataan siswa putus sekolah.

BACA JUGA: FPI Dibubarkan, Ini Pernyataan Sikap BEM Pesantren – Noktahmerah.com

“Harapan kami perpustakaan mini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Kepada pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk lebih memperhatikan pendidikan di desa desa tertinggal seperti di Desa Seret Ayon,” katanya.

Desa Seret Ayon saat ini terdiri 350 KK. Terdapat sekolah satu atap yakni untuk tingkatan SD dan SMP. Dari pendataan BEM Poltesa mayoritas anak-anak di desa tersebut hanya mendapat jenjang pendidikan paling tinggi SMP.

BACA JUGA: Ardhito Pramono Ceritakan Yogyakarta dan Juragan Bemo – Imperiumdaily.com

Hanya sebagian kecil melanjutkan ke SMA/sederajat apalagi perguruan tinggi. Hal itu memang karena letak geografis Desa Seret Ayon di tengah perusahaan sawit. Sebagian besar masyarakat termasuk anak-anak bekerja di perkebunan sawit.

Desa tersebut saat ini juga masih tidak menikmati listrik atau penerangan dari PLN. Masyarakat masih mengandalkan genset.(eky)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Cek Situasi Kamtibmas, Kapolda Sumut Kunjungi Polres Tapteng Tengah

   NUSADAILY.COM-MEDAN-Dalam rangka pengecekan situasi dan kondisi Wilayah Hukum Polres Tapanuli Tengah, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak M.Si berkunjung Ke Mako...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - PONTIANAK - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) bersama Kodim 1208 Sambas ikut menghadirkan perpustakaan di desa tertinggal sebagai wujud kepedulian mahasiswa pentingnya literasi.

“Dengan didukung Kodim 1208 Sambas, Alhamdulillah kami bisa merealisasikan pembangunan perpustakaan mini di desa tertinggal di Kabupaten Sambas yakni Desa Seret Ayon, Kecamatan Tebas,” ujar Presiden BEM Poltesa, Irfan Rabbani saat dihubungi di Sambas, Selasa.

BACA JUGA: Emil Ingatkan BEM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Nusadaily.com

Irfan menjelaskan menghadirkan perpustakaan mini tersebut untuk menjawab kegelisahan dan satu di antara solusi yang diberikan mahasiswa karena melihat pendidikan yang belum merata di Kabupaten Sambas.

“Pemerataan pendidikan baik dari segi sarana dan prasarana, maupun muatan pelajaran serta tenaga pendidik terkhusus di daerah daerah tertinggal (3T) di Kabupaten Sambas ini belum merata. Dengan demikian tentu kita tidak boleh diam namun tetap memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan selain menghadirkan perpustakaan mini BEM Poltesa juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat, sosialisasi pendidikan ke sekolah dan anak anak, serta pendataan siswa putus sekolah.

BACA JUGA: FPI Dibubarkan, Ini Pernyataan Sikap BEM Pesantren - Noktahmerah.com

“Harapan kami perpustakaan mini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Kepada pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk lebih memperhatikan pendidikan di desa desa tertinggal seperti di Desa Seret Ayon,” katanya.

Desa Seret Ayon saat ini terdiri 350 KK. Terdapat sekolah satu atap yakni untuk tingkatan SD dan SMP. Dari pendataan BEM Poltesa mayoritas anak-anak di desa tersebut hanya mendapat jenjang pendidikan paling tinggi SMP.

BACA JUGA: Ardhito Pramono Ceritakan Yogyakarta dan Juragan Bemo - Imperiumdaily.com

Hanya sebagian kecil melanjutkan ke SMA/sederajat apalagi perguruan tinggi. Hal itu memang karena letak geografis Desa Seret Ayon di tengah perusahaan sawit. Sebagian besar masyarakat termasuk anak-anak bekerja di perkebunan sawit.

Desa tersebut saat ini juga masih tidak menikmati listrik atau penerangan dari PLN. Masyarakat masih mengandalkan genset.(eky)