Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsNusantaraBayi di OKU Terseret Banjir, Ditemukan Meninggal Dunia

Bayi di OKU Terseret Banjir, Ditemukan Meninggal Dunia

NUSADAILY.COM – BATURAJA – Bayi berusia 10 bulan hanyut terseret arus banjir di Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Sabtu, 13 Juni 2020 sore. Saat ditemukan Minggu dini hari, bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga melalui Kapolsek Peninjuan, Iptu Hamid di Baturaja, Minggu.

Dia mengemukakan, mayat korban ditemukan tersangkut akar pohon di bibir sungai tidak jauh dari lokasinya terjatuh.

Berdasarkan informasi di lapangan, kata dia, peristiwa tersebut terjadi bermula saat korban, Banyu Bening, bersama ibunya Desi Puspita Sari (33) dibonceng oleh suaminya, Dian Seno Aji (34) menggunakan sepeda motor dari Desa Lubuk Banjar Kecamatan Lubuk Raja tujuan ke Kota Baturaja.

Pasangan suami istri ini menempuh jalan melalui Jembatan Ogan VI Desa Kepayang di Kecamatan Peninjauan menggunakan sepeda motor dengan empat penumpang.

“Karena korban masih balita seperti biasa digendong oleh ibunya. Sementara kakak korban duduk di depan ayahnya,” katanya keapada Antara.

Saat melintas di titik banjir di Desa Kepayang, lanjut dia, sepeda motor yang dikendarai ayah korban terjatuh hingga seluruh penumpang hanyut terseret arus sungai.

Warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan keluarga yang terperosok ke dalam sungai tersebut, namun hanya ayah, ibu dan kakak korban yang berhasil diselamatkan.

“Sementara Banyu Bening sendiri hilang ditelan derasnya arus Sungai Kepayang. Hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tim dari BPBD OKU dibantu anggota Polri dan TNI serta warga sekitar melakukan pencarian,” ujarnya.

Kesulitan Saat Proses Pencarian

Sementara Itu, Kepala BPBD OKU, Amzar Kristofa secara terpisah mengatakan korban ditemukan sekitar 30-40 meter dari lokasi terjatuh saat dibonceng ayahnya menggunakan sepeda motor.

Menurut dia, dalam melakukan pencarian pihaknya sedikit mengalami kesulitan karena kondisi banjir menggenangi kebun-kebun warga di sekitar lokasi. Hingga jenazah korban baru ditemukan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.

“Jenazah korban saat ini sudah dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan dengan layak,” ujar dia.(lna)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - BATURAJA - Bayi berusia 10 bulan hanyut terseret arus banjir di Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Sabtu, 13 Juni 2020 sore. Saat ditemukan Minggu dini hari, bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga melalui Kapolsek Peninjuan, Iptu Hamid di Baturaja, Minggu.

Dia mengemukakan, mayat korban ditemukan tersangkut akar pohon di bibir sungai tidak jauh dari lokasinya terjatuh.

Berdasarkan informasi di lapangan, kata dia, peristiwa tersebut terjadi bermula saat korban, Banyu Bening, bersama ibunya Desi Puspita Sari (33) dibonceng oleh suaminya, Dian Seno Aji (34) menggunakan sepeda motor dari Desa Lubuk Banjar Kecamatan Lubuk Raja tujuan ke Kota Baturaja.

Pasangan suami istri ini menempuh jalan melalui Jembatan Ogan VI Desa Kepayang di Kecamatan Peninjauan menggunakan sepeda motor dengan empat penumpang.

"Karena korban masih balita seperti biasa digendong oleh ibunya. Sementara kakak korban duduk di depan ayahnya," katanya keapada Antara.

Saat melintas di titik banjir di Desa Kepayang, lanjut dia, sepeda motor yang dikendarai ayah korban terjatuh hingga seluruh penumpang hanyut terseret arus sungai.

Warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan keluarga yang terperosok ke dalam sungai tersebut, namun hanya ayah, ibu dan kakak korban yang berhasil diselamatkan.

"Sementara Banyu Bening sendiri hilang ditelan derasnya arus Sungai Kepayang. Hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tim dari BPBD OKU dibantu anggota Polri dan TNI serta warga sekitar melakukan pencarian," ujarnya.

Kesulitan Saat Proses Pencarian

Sementara Itu, Kepala BPBD OKU, Amzar Kristofa secara terpisah mengatakan korban ditemukan sekitar 30-40 meter dari lokasi terjatuh saat dibonceng ayahnya menggunakan sepeda motor.

Menurut dia, dalam melakukan pencarian pihaknya sedikit mengalami kesulitan karena kondisi banjir menggenangi kebun-kebun warga di sekitar lokasi. Hingga jenazah korban baru ditemukan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.

"Jenazah korban saat ini sudah dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan dengan layak," ujar dia.(lna)