Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsNusantaraBantul Miliki Kebijakan, Pembelajaran Jarak Jauh Secara Daring dan Luring

Bantul Miliki Kebijakan, Pembelajaran Jarak Jauh Secara Daring dan Luring

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANTUL – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh secara daring dan luring pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021.

“Mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan nonformal, SD/MI dan SMP/MTs dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik dengan daring, luring, maupun kombinasi keduanya,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bantul Isdarmoko di Bantul, Selasa.

BACA JUGA: Kemenag Sumenep Pastikan Pembelajaran Daring Hingga 21 Hari Kedepan – Nusadaily.com

Guna meningkatkan efektivitas pembelajaran jarak jauh, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga menjalankan program Guru Kunjung Siswa (GKS) untuk jenjang PAUD serta GKS dan Layanan Konsultasi Pelajaran untuk jenjang sekolah dasar (SD/MI) dan sekolah menengah pertama (SMP/MTs).

“Pelaksanaan program Guru Kunjung Siswa dan Layanan Konsultasi Pelajaran harus menerapkan standar operasional prosedur protokol kesehatan. Dan adaptasi kebiasaan baru di bidang pendidikan,” kata Isdarmoko.

BACA JUGA: Di Kota Malang Siswa Dijatah 35 Gb per Bulan untuk Belajar Daring – Javasatu.com

Dia mengatakan, program GKS dan LKP diintensifkan bagi siswa kelas 6 SD/MI, kelas 9 SMP/MTs, kelas 6 Program Kejar Paket A, kelas 9 Program Kejar Paket B, dan kelas 12 Program Kejar Paket C yang akan mengikuti ujian.

Menurut dia, kegiatan belajar mengajar tersebut dijalankan berdasarkan hasil koordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 tingkat kecamatan. Dengan persetujuan dari komite sekolah dan izin dari orang tua peserta didik.

BACA JUGA: Kemenag Sumenep Pastikan Pembelajaran Daring Hingga 21 Hari Kedepan – Imperiumdaily.com

Dia menjelaskan pula bahwa guna menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh tingkat SMP/MTs, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bantul sudah menyusun modul pendamping belajar untuk empat mata pelajaran. Dan dilengkapi dengan soal prediksi asesmen standardisasi pendidikan untuk kelas 9 dan soal latihan untuk kelas 8.

“Pengadaan modul tersebut dapat dibiayai melalui BOP (Biaya Operasional Sekolah) sesuai RKAS (rencana kegiatan dan anggaran sekolah),” katanya.(eky)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Puluhan Pedagang di Pasar Mangaran Ikut Sosialisasi Bahaya Jual Rokok Ilegal

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Situbondo bersama Bea Cukai Jember menggelar sosialisasi bahaya menjual rokok ilegal, Senin, 18 Oktober 2021....