Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsNusantaraBantul Batasi Kegiatan Masyarakat pada Natal dan Tahun Baru 2022

Bantul Batasi Kegiatan Masyarakat pada Natal dan Tahun Baru 2022

NUSADAILY.COM – BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membatasi kegiatan masyarakat pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Guna pengendalian penyebaran COVID-19 selama libur.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : TWA Ijen Batasi Pengunjung Malam Tahun Baru 2022

“Membatasi kegiatan masyarakat mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2022. Termasuk kegiatan seni budaya dan olahraga yang berpotensi menimbulkan penularan COVID-19,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam keterangan resmi di Bantul, Jumat.

Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat itu diatur dalam Instruksi Bupati Bantul Nomor 37 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada Natal dan Tahun Baru 2022 di Bantul yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Dalam instruksi tersebut disebutkan bahwa kegiatan seni budaya maupun yang dapat menimbulkan kerumunan agar dilakukan tanpa penonton.

BACA JUGA : Pemkab Tabanan Tutup Fasilitas Publik Pada Tahun Baru

“Untuk kegiatan yang bukan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 dan menimbulkan kerumunan. Dilakukan dengan protokol kesehatan serta dihadiri paling banyak 50 orang,” katanya.

Pemkab akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan. Seperti tempat yang difungsikan sebagai perayaan Natal, tempat perbelanjaan, dan tempat wisata.

Data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul menunjukkan total kasus positif secara kumulatif di Bantul hingga Jumat sebanyak 57.405 orang. Dengan angka kesembuhan mencapai 55.820 orang, sedangkan kasus kematian berjumlah 1.569 orang.

BACA JUGA : Pemkot Kupang Siap Terapkan PPKM Level 1 Saat Natal-Tahun Baru

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi maupun karantina di selter dan rumah sakit wilayah Bantul per hari Jumat tinggal 16 orang.

Meski penularan makin terkendali, satgas tetap mengajak masyarakat bersama-sama memutus penyebaran COVID-1919 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membatasi kegiatan masyarakat pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Guna pengendalian penyebaran COVID-19 selama libur.

BACA JUGA : TWA Ijen Batasi Pengunjung Malam Tahun Baru 2022

"Membatasi kegiatan masyarakat mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2022. Termasuk kegiatan seni budaya dan olahraga yang berpotensi menimbulkan penularan COVID-19," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam keterangan resmi di Bantul, Jumat.

Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat itu diatur dalam Instruksi Bupati Bantul Nomor 37 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada Natal dan Tahun Baru 2022 di Bantul yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Dalam instruksi tersebut disebutkan bahwa kegiatan seni budaya maupun yang dapat menimbulkan kerumunan agar dilakukan tanpa penonton.

BACA JUGA : Pemkab Tabanan Tutup Fasilitas Publik Pada Tahun Baru

"Untuk kegiatan yang bukan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 dan menimbulkan kerumunan. Dilakukan dengan protokol kesehatan serta dihadiri paling banyak 50 orang," katanya.

Pemkab akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan. Seperti tempat yang difungsikan sebagai perayaan Natal, tempat perbelanjaan, dan tempat wisata.

Data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul menunjukkan total kasus positif secara kumulatif di Bantul hingga Jumat sebanyak 57.405 orang. Dengan angka kesembuhan mencapai 55.820 orang, sedangkan kasus kematian berjumlah 1.569 orang.

BACA JUGA : Pemkot Kupang Siap Terapkan PPKM Level 1 Saat Natal-Tahun Baru

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi maupun karantina di selter dan rumah sakit wilayah Bantul per hari Jumat tinggal 16 orang.

Meski penularan makin terkendali, satgas tetap mengajak masyarakat bersama-sama memutus penyebaran COVID-1919 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.(ros)