Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsNusantaraAparat TNI-Polri Siaga Cegah Warga Duduki Kantor Gubernur Papua

Aparat TNI-Polri Siaga Cegah Warga Duduki Kantor Gubernur Papua

NUSADAILY.COM – JAYAPURA – Kapolres Jayapura, Kombes Gustav R. Urbinas mengatakan ratusan aparat gabungan TNI-Polri, sudah diterjunkan sejak Minggu 27 Juni kemarin, sebagai antisipasi unjuk rasa yang rencananya akan digelar hari ini Senin 28 Juni 2021.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Disiagakan guna mengantisipasi aksi demo yang akan dilaksanakan oleh Koalisi Rakyat Papua di Kantor Gubernur Provinsi Papua,” kata Gustav saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: GMP Wondama: Otsus Membawa Perubahan Untuk Papua

Dikatakan, sebanyak 424 aparat gabungan disiagakan unjuk mengantisipasi demonstrasi di Kantor Gubernur Papua yang akan digelar hari ini, Senin (28/6).

Ratusan aparat gabungan itu akan ditempatkan di empat titik, yakni Perumnas III, Expo, Abepura dan Taman Imbi Kota, Jayapura.

BACA JUGA: Pemprov Papua Terus Perkuat Peran Bakohumas

Gustav mengatakan pihaknya melarang demonstrasi selama masa pandemi Covid-19. Terlebih kasus positif virus corona di wilayah Jayapura pun tengah meningkat.

Selain itu, kata Gustav, pihaknya juga perlu mewaspadai kemunculan varian baru Covid-19 yang mulai menyebar di Papua.

“Sudah menerima surat izin keramaian dari Koalisi Rakyat Papua, namun kami menolak izin tersebut dengan mengeluarkan STTP dengan penjelasan tidak merekomendasikan aksi demo tersebut,” ujarnya.

Gustav memastikan akan membubarkan massa apabila tetap memaksa turun ke jalan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami berharap, masa aksi agar bisa menahan diri untuk tidak melakukan demonstrasi dengan menduduki kantor Gubernur,” katanya.

BACA JUGA: Menjawab Keraguan PON Papua

Plh Gubernur Papua

Aksi ini mencuat usai Kementerian Dalam Negeri menunjuk Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana harian Gubernur Papua. Hal itu dilakukan lantaran Gubernur Papua, Lukas Enembe telah menjalani pengobatan di Singapura. Dance sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah provinsi tersebut.

Kekosongan kepemimpinan itu tak bisa diwakili oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal yang sudah meninggal dunia.

Mengetahui hal tersebut, Lukas berang. Ia mengaku akan melaporkan Kemendagri di bawah kepemimpinan Mendagri Tito Karnavian kepada Presiden Joko Widodo.

Sejumlah warga bahkan sempat menyegel ruang kerja yang diduga milik Lukas. Dalam rekaman video yang beredar, massa tak terima ada penunjukan Plh Gubernur.

Sementara dalam rekaman video lainnya, warga juga meminta agar tak ada aktivitas di ruangan Gubernur Papua. Ruangan itu diduga sempat digunakan Dance sebagai Plh Gubernur.(han)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – JAYAPURA – Kapolres Jayapura, Kombes Gustav R. Urbinas mengatakan ratusan aparat gabungan TNI-Polri, sudah diterjunkan sejak Minggu 27 Juni kemarin, sebagai antisipasi unjuk rasa yang rencananya akan digelar hari ini Senin 28 Juni 2021.

"Disiagakan guna mengantisipasi aksi demo yang akan dilaksanakan oleh Koalisi Rakyat Papua di Kantor Gubernur Provinsi Papua," kata Gustav saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: GMP Wondama: Otsus Membawa Perubahan Untuk Papua

Dikatakan, sebanyak 424 aparat gabungan disiagakan unjuk mengantisipasi demonstrasi di Kantor Gubernur Papua yang akan digelar hari ini, Senin (28/6).

Ratusan aparat gabungan itu akan ditempatkan di empat titik, yakni Perumnas III, Expo, Abepura dan Taman Imbi Kota, Jayapura.

BACA JUGA: Pemprov Papua Terus Perkuat Peran Bakohumas

Gustav mengatakan pihaknya melarang demonstrasi selama masa pandemi Covid-19. Terlebih kasus positif virus corona di wilayah Jayapura pun tengah meningkat.

Selain itu, kata Gustav, pihaknya juga perlu mewaspadai kemunculan varian baru Covid-19 yang mulai menyebar di Papua.

"Sudah menerima surat izin keramaian dari Koalisi Rakyat Papua, namun kami menolak izin tersebut dengan mengeluarkan STTP dengan penjelasan tidak merekomendasikan aksi demo tersebut," ujarnya.

Gustav memastikan akan membubarkan massa apabila tetap memaksa turun ke jalan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami berharap, masa aksi agar bisa menahan diri untuk tidak melakukan demonstrasi dengan menduduki kantor Gubernur," katanya.

BACA JUGA: Menjawab Keraguan PON Papua

Plh Gubernur Papua

Aksi ini mencuat usai Kementerian Dalam Negeri menunjuk Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana harian Gubernur Papua. Hal itu dilakukan lantaran Gubernur Papua, Lukas Enembe telah menjalani pengobatan di Singapura. Dance sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah provinsi tersebut.

Kekosongan kepemimpinan itu tak bisa diwakili oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal yang sudah meninggal dunia.

Mengetahui hal tersebut, Lukas berang. Ia mengaku akan melaporkan Kemendagri di bawah kepemimpinan Mendagri Tito Karnavian kepada Presiden Joko Widodo.

Sejumlah warga bahkan sempat menyegel ruang kerja yang diduga milik Lukas. Dalam rekaman video yang beredar, massa tak terima ada penunjukan Plh Gubernur.

Sementara dalam rekaman video lainnya, warga juga meminta agar tak ada aktivitas di ruangan Gubernur Papua. Ruangan itu diduga sempat digunakan Dance sebagai Plh Gubernur.(han)