Sabtu, September 25, 2021
BerandaNewsNusantaraAda Baliho Lebih Enak Zaman PKI di Sragen, Pemasangnya Pak Kades

Ada Baliho Lebih Enak Zaman PKI di Sragen, Pemasangnya Pak Kades

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SRAGEN – Samto, Kepala Desa (Kades) Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memasang baliho besar di depan Balai Desa mengkiritik kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Samto, mengaku tidak setuju dengan kebijakan yang dinilainya menyusahkan masyarakat tersebut.

BACA JUGA : Baliho Ahmad Sahroni Jadi Presiden Dapat Tanggapan Positif dari Warga Kota Malang – Nusadaily.com

Baliho berukuran besar lengkap dengan foto sang Kades berseragam memakai masker didahi tersebut bertuliskan kata-kata kasar.

Begini bunyi baliho tersebut:

IKI JAMAN REVORMASI, ISIH PENAK JAMAN PKI
AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT.
PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT KUI BANGSAT
PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE
PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUWI BAJI**AN

(Sekarang zaman reformasi
Masih enak zaman PKI
Ayo pejabat memikirkan nasib rakyat
Pejabat yang suka mengejar rakyat itu bangsat
Pegawai yang suka mencari orang punya hajat itu kere
Pegawai yang menyia-nyiakan seniman seniwati itu banji**an)

Ketika dikonfirmasi, Samto mengakui dirinyalah yang membuat dan memasang baliho tersebut. Baliho tersebut dipasangnya sejak Rabu (14/7) pagi.

BACA JUGA : Pastikan Tidak Ada Baliho FPI, Polresta Malang Kota Lakukan Patroli – Noktahmerah.com

“Kata-katanya saya sendiri yang bikin, pemasangannya saya yang nungguin,” ujar Samto, dukutip dari detik.com, Kamis (15/7/2021).

Samto menyebut, dirinya nekat memasang baliho tersebut karena mengaku tidak tahan melihat rakyat menderita. Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat yang selama ini berlaku sangat memberatkan rakyat.

BACA JUGA : Bawaslu Turunkan Lagi Baliho Petahana yang Membandel Terpasang di Masa Tenang – Imperiumdaily.com

“Orang hajatan dibubarkan, untungnya apa. Rakyat berjualan diuber-uber. Kasihan rakyat dan seniman dua tahun enggak makan,” kata dia.

Samto mengaku sengaja menggunakan pilihan kata yang agak keras dalam balihonya. Harapannya aspirasinya tersebut didengarkan oleh pemerintah.

“Sengaja (keras), biar didengarkan aspirasi rakyat. Saya yakin rakyat mendukung,” jelasnya.

Klarifikasi Baliho

Baliho tersebut, lanjutnya, akhirnya diturunkan oleh pihak Satpol PP. Pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan jika nantinya mendapat sanksi atas aksinya ini.

“Sudah diturunkan tadi sama Satpol PP. Nggak apa-apa. Kalau memang ada sanksi saya siap,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, mengaku sudah mengetahui pemasangan baliho tersebut. Pihaknya berencana memanggil yang bersangkutan untuk diklarifikasi.

“Saya tadi koordinasi dengan ibu bupati besok akan dipanggil untuk dilakukan klarifikasi terlebih dahulu maksud dan tujuannya seperti apa. Nanti memang juga akan kita lakukan klarifikasi juga secara hukum, rencana akan kita panggil ke Polres,” ujar Ardi.

Pihaknya menyayangkan aksi pemasangan baliho tersebut. Pasalnya, pemasangan baliho tersebut justru dilakukan oleh aparat pemerintah desa.

“Apalagi dilakukan oleh aparat pemerintah desa ya, itu nanti tentunya akan kita lakukan upaya klarifikasi. Dan jika ditemukan adanya pelanggaran hukum tentunya akan kita lakukan tindakan,” pungkasnya.(han)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...