Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsNusantara14 Nelayan Ditahan Kejari Simeulue Aceh

14 Nelayan Ditahan Kejari Simeulue Aceh

NUSADAILY.COM – MEULABOH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue menahan 14 nelayan karena menangkap ikan menggunakan alat bantu pernapasan kompresor di kawasan konservasi daerah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Lima Nelayan di Sikka Diamankan Polisi Karena Tangkap Ikan Dengan Bahan Peledak – Nusadaily.com

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simeulue R Hari Wibowo melalui Kepala Seksi Pidana Umum Romy Afandi Tarigan di Simeulue, Rabu, mengatakan penahanan-14 nelayan tersebut setelah jaksa menerima pelimpahan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti.

“Penahan ini dilakukan setelah PPNS dari Pangkalan PSDKP Lampulo, Banda Aceh bersama DKP Provinsi Aceh serta DKP Simeulue merampungkan berkas perkara tindak pidana pelanggaran perikanan dan melimpahkannya ke jaksa penuntut umum,” kata Romy Afandi Tarigan.

Ke-14 nelayan yang ditahan tersebut yakni berinisial HJ (30), HD (19), AM (61), ARS (25), TWP (19), BM (32), AS (20), MY (28), IR (24), dan ARF (20) semuanya Desa Anao, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue.

BACA JUGA : KKP Selamatkan Ikan Langka Jenis Napoleon Hasil Tangkapan Ilegal – Noktahmerah.com

Kemudian, MD (25) warga Suka Maju Kecamatan Simeulue Timur dan RM (40) warga Pulau Banyak, Aceh Singkil. DM (25) warga Desa Blang Sebel Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Serta YM (30) warga Desa Lantik Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue.

“Adapun barang bukti yang turut diserahkan bersama tersangka yakni dua unit perahu mesin tanpa nama, tiga unit mesin kompresor, senter selam, kacamata selam, selang, tombak ikan, serta beberapa alat selam lainnya,” kata Romy Afandi Tarigan.

Menurut Romy, perkara perikanan tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan. Sedangkan para tersangkanya dititipkan dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sinabang.

BACA JUGA : KKP Sidik Tiga Kapal Pencuri Ikan Hasil Tangkapan Bakamla – Beritaloka.com

“Mereka dijerat Pasal 85 jo Pasal 9 jo Pasal 100B Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 yang diubah menjadi menjadi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke (1) KUHPidana,” jelas Romy.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Viral Siswi SMP di Ngawi Minggat, Tinggalkan Sepucuk Surat

NUSADAILY.COM – NGAWI – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Mallika Syifa Addhuha minggat dari rumah pada Jumat, 27 Mei 2022, sekitar subuh....
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - MEULABOH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue menahan 14 nelayan karena menangkap ikan menggunakan alat bantu pernapasan kompresor di kawasan konservasi daerah.

BACA JUGA : Lima Nelayan di Sikka Diamankan Polisi Karena Tangkap Ikan Dengan Bahan Peledak - Nusadaily.com

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simeulue R Hari Wibowo melalui Kepala Seksi Pidana Umum Romy Afandi Tarigan di Simeulue, Rabu, mengatakan penahanan-14 nelayan tersebut setelah jaksa menerima pelimpahan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti.

"Penahan ini dilakukan setelah PPNS dari Pangkalan PSDKP Lampulo, Banda Aceh bersama DKP Provinsi Aceh serta DKP Simeulue merampungkan berkas perkara tindak pidana pelanggaran perikanan dan melimpahkannya ke jaksa penuntut umum," kata Romy Afandi Tarigan.

Ke-14 nelayan yang ditahan tersebut yakni berinisial HJ (30), HD (19), AM (61), ARS (25), TWP (19), BM (32), AS (20), MY (28), IR (24), dan ARF (20) semuanya Desa Anao, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue.

BACA JUGA : KKP Selamatkan Ikan Langka Jenis Napoleon Hasil Tangkapan Ilegal - Noktahmerah.com

Kemudian, MD (25) warga Suka Maju Kecamatan Simeulue Timur dan RM (40) warga Pulau Banyak, Aceh Singkil. DM (25) warga Desa Blang Sebel Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Serta YM (30) warga Desa Lantik Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue.

"Adapun barang bukti yang turut diserahkan bersama tersangka yakni dua unit perahu mesin tanpa nama, tiga unit mesin kompresor, senter selam, kacamata selam, selang, tombak ikan, serta beberapa alat selam lainnya," kata Romy Afandi Tarigan.

Menurut Romy, perkara perikanan tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan. Sedangkan para tersangkanya dititipkan dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sinabang.

BACA JUGA : KKP Sidik Tiga Kapal Pencuri Ikan Hasil Tangkapan Bakamla - Beritaloka.com

"Mereka dijerat Pasal 85 jo Pasal 9 jo Pasal 100B Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 yang diubah menjadi menjadi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke (1) KUHPidana," jelas Romy.(ros)