Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNews1 November Umrah Dibuka, Indonesia Belum Dapat Izin Terbang

1 November Umrah Dibuka, Indonesia Belum Dapat Izin Terbang

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi mulai membuka penerbangan internasional dari 33 negara untuk pelaksanaan umrah yang akan dimulai pada 1 November 2020. Namun, jelang pelaksanaan ibadah umrah untuk jemaah yang berasal dari luar Arab Saudi, sampai kini belum ada daftar negara yang mendapatkan izin dari untuk memberangkatkan umrah.

BACA JUGA: Anggota DPR: Penyelenggara Haji dan Umrah Keluhkan Pidana UU Ciptaker

“Sampai kini Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan daftar negara yang mendapatkan izin memberangkatkan umrah,” terang Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali saat di konfirmasi dari Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020.

Endang mengatakan pihaknya masih koordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi. Tentang kemungkinan Indonesia masuk dalam daftar negara yang mendapatkan izin untuk memberangkatkan umrah.

Dalam pelaksanaan umrah ini, Arab Saudi memberlakukan syarat umrah yakni, usia antara 18 – 50 tahun.

Calon jemaah umrah harus menunjukkan sertifikat uji PCR yang membuktikan bahwa mereka telah dites negatif untuk Covid-19. Termasuk melampirkan sertifikat dari laboratorium terpercaya di negeri jemaah, tidak lebih dari 72 jam sebelum pemberangkatan.

Selain itu, seluruh penerbangan umrah harus menggunakan maskapai penerbangan milik Arab Saudi.

Total ada 59.757 Jemaah Umrah

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan, total ada 59.757 jemaah umrah Indonesia yang sudah mendapatkan nomor registrasi, namun terdampak oleh kebijakan Saudi karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) sehingga tertunda keberangkatannya. Mereka sudah mendaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan sudah diinput dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

Dari jumlah itu, sebanyak 2.601 (4%) berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 (52%) jemaah berusia di atas 50 tahun. “Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi ini,” terang Arfi di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2020.

Untuk jemaah yang memenuhi kriteria usia tersebut, kata Arfi, sebanyak 21.418 orang sudah mendapatkan nomor porsi. Mereka adalah Jemaah yang sudah melakukan pembayaran. “Dari 21.418 jemaah, sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, sudah mendapat visa dan tiket keberangkatan saat terbitnya kebijakan penutupan oleh Saudi pada 27 Februari 2020,” lanjutnya.

BACA JUGA: Arab Saudi Siagakan 1.000 Petugas Demi Kenyamanan dan Keamanan Jamaah Umrah

Arfi mengatakan, jemaah yang tertunda keberangkatan dan memenuhi kriteria persyaratan akan diutamakan untuk berangkat jika Saudi memberi izin kepada Indonesia. Selain usia, ada sejumlah persyaratan lainnya yang juga harus dipenuhi, termasuk di antaranya adalah penerapan protokol kesehatan dan lainnya.

“Kami tengah memfinalkan rancangan Keputusan Menteri Agama atau KMA Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi. Di situ mengatur juga persyaratan jemaah umrah. Tentu kami memperhatikan ketentuan Arab Saudi, termasuk juga ketentuan yang ditetapkan Kemenkes, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan Satgas Covid-19 RI,” jelasnya.

“Bagi jemaah yang sudah mendaftar namun belum memenuhi syarat keberangkatan, dimohon bersabar, menunda keberangkatannya hingga pandemi berakhir,” harapnya. (Hud/Ian)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Usung Pembelajaran Bahasa, Sosial dan Budaya dalam MBKM, UM Gelar Seminar Nasional

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam rangka menyukseskan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya bidang pembelajaran bahasa, sastra dan budaya. Departemen Sastra Jerman Universitas...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi mulai membuka penerbangan internasional dari 33 negara untuk pelaksanaan umrah yang akan dimulai pada 1 November 2020. Namun, jelang pelaksanaan ibadah umrah untuk jemaah yang berasal dari luar Arab Saudi, sampai kini belum ada daftar negara yang mendapatkan izin dari untuk memberangkatkan umrah.

BACA JUGA: Anggota DPR: Penyelenggara Haji dan Umrah Keluhkan Pidana UU Ciptaker

"Sampai kini Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan daftar negara yang mendapatkan izin memberangkatkan umrah," terang Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali saat di konfirmasi dari Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020.

Endang mengatakan pihaknya masih koordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi. Tentang kemungkinan Indonesia masuk dalam daftar negara yang mendapatkan izin untuk memberangkatkan umrah.

Dalam pelaksanaan umrah ini, Arab Saudi memberlakukan syarat umrah yakni, usia antara 18 - 50 tahun.

Calon jemaah umrah harus menunjukkan sertifikat uji PCR yang membuktikan bahwa mereka telah dites negatif untuk Covid-19. Termasuk melampirkan sertifikat dari laboratorium terpercaya di negeri jemaah, tidak lebih dari 72 jam sebelum pemberangkatan.

Selain itu, seluruh penerbangan umrah harus menggunakan maskapai penerbangan milik Arab Saudi.

Total ada 59.757 Jemaah Umrah

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan, total ada 59.757 jemaah umrah Indonesia yang sudah mendapatkan nomor registrasi, namun terdampak oleh kebijakan Saudi karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) sehingga tertunda keberangkatannya. Mereka sudah mendaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan sudah diinput dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

Dari jumlah itu, sebanyak 2.601 (4%) berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 (52%) jemaah berusia di atas 50 tahun. “Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi ini,” terang Arfi di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2020.

Untuk jemaah yang memenuhi kriteria usia tersebut, kata Arfi, sebanyak 21.418 orang sudah mendapatkan nomor porsi. Mereka adalah Jemaah yang sudah melakukan pembayaran. “Dari 21.418 jemaah, sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, sudah mendapat visa dan tiket keberangkatan saat terbitnya kebijakan penutupan oleh Saudi pada 27 Februari 2020,” lanjutnya.

BACA JUGA: Arab Saudi Siagakan 1.000 Petugas Demi Kenyamanan dan Keamanan Jamaah Umrah

Arfi mengatakan, jemaah yang tertunda keberangkatan dan memenuhi kriteria persyaratan akan diutamakan untuk berangkat jika Saudi memberi izin kepada Indonesia. Selain usia, ada sejumlah persyaratan lainnya yang juga harus dipenuhi, termasuk di antaranya adalah penerapan protokol kesehatan dan lainnya.

“Kami tengah memfinalkan rancangan Keputusan Menteri Agama atau KMA Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi. Di situ mengatur juga persyaratan jemaah umrah. Tentu kami memperhatikan ketentuan Arab Saudi, termasuk juga ketentuan yang ditetapkan Kemenkes, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan Satgas Covid-19 RI,” jelasnya.

"Bagi jemaah yang sudah mendaftar namun belum memenuhi syarat keberangkatan, dimohon bersabar, menunda keberangkatannya hingga pandemi berakhir," harapnya. (Hud/Ian)