Nama KH Hasyim Asy’ari Dihilangkan dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I NU CIRCLE Protes Keras

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hilangnya, nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang diterbitkan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diprotes keras oleh Ketua Umum NU CIRCLE (Masyarakat Profesional Santri) R. Gatot Prio Utomo.

Baca Juga

Dia, juga meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk bertanggung jawab atas penghilangan jejak sejarah tersebut.

” Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari tetapi tidak ada “entry” nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohanya. Kami meminta kamus itu direvisi dan ditarik dari peredaran,” Ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Senin 19 April 2021.

Ditambahkan Kekecewaan warga nahdliyin itu, sangat beralasan. Sebab, hari-hari ini, warga nadhliyyin sedang memperingati hari wafatnya Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari yang wafat pada 7 Ramadan 1366 Hijriah.

Dijelaskan pula, bahwa Kamus Sejarah Indonesia terdiri atas dua jilid. Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Jilid II Nation Building (1951-1998). Pada sampul Jilid I terpampang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari.

Tidak Ditulis Nama dan Perannya

” Namun, secara alfabetis, pendiri NU itu justru tidak ditulis nama dan perannya dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar pria yang kerab disapa Gus Pu.

Bahkan, lanjut Gus Pu Setelah diteliti NU CIRCLE, dalam kamus itu, nama Gubernur Belanda HJ Van Mook justeru dimasukkan. Diceritakan Van Mook lahir di Semarang 30 Mei 1894 dan meninggal di L’llla de Sorga, Prancis 10 Mei 1965. Tentara dan intelijen Jepang Harada Kumaichi juga dimasukkan dalam kamus. Tokoh lain yang justru ditemukan adalah tokoh komunis pertama di Asia Henk Sneevliet.

” Melihat isinya, bisa dikatakan para pejabat Kemdikbud saat ini jauh lebih mengenal tokoh-tokoh penjajah Belanda dan Jepang daripada tokoh pejuang yang menjadi imam warga nahdliyyin di seluruh Nusantara. Ini harus diluruskan,” ujarnya.

Oleh sebab itu Gus Pu menilai kamus sejarah ini tidak bisa menjadi rujukan pembelajaran di sekolah dan madrasah. Dan Jika hal ini dilakukan, generasi muda nantinya akan kehilangan tokoh-tokoh nasional, yang berjuang hidup dan mati, untuk merebut kemerdekaan RI.

“Sejarah tidak boleh dihilangkan dengan cara-cara seperti ini. Jangan sampai kamus seperti ini disebarkan ke sekolah-sekolah dan menjadi rujukan pembelajaran. Hal ini bisa menyesatkan para siswa,” katanya.

NU CIRCLE berencana melayangkan surat resmi untuk memprotes tindakan Kemdikbud yang sangat tidak profesional ini.

“Hampir semua produk dan kebijakan Mendikbud saat ini bermasalah dan membuat kegaduhan. Ini catatan penting buat mengevaluasi kinerjanya,” pungkasnya.(sir/aka)