Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanWebinar HSN, Romo Benny: Santri Sebagai Agen Pembawa Damai

Webinar HSN, Romo Benny: Santri Sebagai Agen Pembawa Damai

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA -Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologis Pancasila ( BPIP) Antonius Benny Susetyo mengatakan, Santri merupakan elemen  penting dalam keberlangsungan Negara Indonesia dengan menjadi agen agen perdamaian untuk menjaga keutuhan Bangsa. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal itu, diungkapkan saat hadir dalam acara seri webinar yang bertemakan Pesantren Bhineka Tunggal Ika yang menyasar beberapa organisasi Pemuda Islam yang menyasar beberapa organisasi Pemuda Islam Hari Santri Nasional ( HSN) Jumat (22/10/2021).

Diia juga menyampaikan, sejak proses Kemerdekaan Indonesia, santri dan ulama memiliki peran penting dan menunjukkan wajah Islam yang arif ketika dengan legowo sebagai kaum mayoritas dalam Bangsa yang baru akan terbentuk. 

Bahkan, kata pria yang akrab disapa Romo Benny itu, mereka rela menghilangkan tujuh kata yang tercantum dalam sila pertama Pancasila Versi Piagam Jakarta yaitu “menjalankan syariat Islam Bagi pemeluk pemeluknya” 

“Hal ini, membuktikan Kaum Santri dalam segala keutamaannya rela  menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan  dan menjunjung tinggi keberagaman yang menjadi keniscayaan bagi Negara yang baru terbentuk ini,” jelas Romo Benny. 

Romo Benny menambahkan , saat zaman yang sudah berkembang jauh ini, tentunya bangsa Indonesia masih akan terus membutuhkan kearifan dan kontribusi kaum Santri  dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Begitu pula, diera digital sekarang ini, sebut Romo Benny, akan banyak tantangan bagi persatuan dan kesatuan yang semakin kompleks. 

“Era Digital yang mengedepankan egonarsistis sektoral ini diperparah dengan adanya Pandemi, sehingga membuat sistem yang lama dan telah stabil akhirnya runtuh,” ucap Romi Benny. 

Ia juga menilai, jika saat ini media diisi dengan berkembangnya Ekslusvisme dan radikalisme, dengan menawarkan Jawaban terhadap seluruh Problem Masyarakat, sehingga  kebenaran dan kemenangan hanya bisa dimiliki dengan mengutamakan kelompok dan golongannya sendiri dan meminggirkan pihak lain.

“Eksklusifitas berbasis Agama, Suku dan latar belakang politik ini tentunya sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan Negara ini,” urai Romo Benny. 

Karenanya, lanjut Romo Benny santri dan ulama sebagai Pihak yang dianggap utama oleh masyarakat, harus dapat menjadi agen agen pendamai yang menuntun dan menjaga bangsa ini dan menjauhi Ide-ide Perpecahan dan kekerasan. 

“Santri dan Ulama sebagai Jangkar Perdamaian Indonesia harus memiliki political will untuk memenuhi ruang Publik dan Digital dengan Konten Konten Positif yang berdasar nilai nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila,” tuturnya. 

Di samping itu, kata Romo Benny,Nilai nilai luhur yang juga mencakup nilai ketuhanan ini harus dapat dirasakan kehadirannya oleh bangsa Indonesia melalui Para santri yang senantiasa dapat menggaungkan bahwa mencintai Tuhan berarti mencintai Sesama Ciptaannya. 

“Serta memberikan teladan mengenai bagaimana merawat dan memelihara keberagaman yang sesungguhnya merupakan Anugrah dari Tuhan yang maha esa,” katanya.

Tidak hanya itu, menurut Romo Benny  santri juga perlu menyadari bahwa moderasi beragama adalah hal yang sangat penting ,moderasi bukan bermaksud untuk mencampur adukkan ajaran agama.

“Walaupun ada perbedaan diantara masing masing pemeluk agama, namun kita masih bisa hidup tenang dalam melakukan ibadah masing masing tanpa saling serang dan saling curiga,” sambung Romo Benny. 

Masih kata Romo Benny, seiring dengan era yang dikuasai oleh Industri Kematian dengan maraknya berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian yang menjadi sajian utama, oleh sebab itu menurut dirinya, Santri harus memiliki political will dan komitmen untuk selalu mengajarkan dan menyebarkan kecerdasan literasi bagi masyarakat.

“Santri dan Ulama yang sejatinya dianggap guru dan teladan oleh masyarakat harus mampu senantiasa mengingatkan kepada masyarakat untuk dapat selalu menyaring berita yang mereka dapatkan,”  Paparnya di hadapan 100 peserta yang mengikuti kegiatan webinar ini. 

Romo Benny berharap, perayaan hari santri merupakan momentum mengaktualisasian Pancasila dalam tindakan.

“Mari tulus dan jujur menjadikan nilai pancasila menjadi nilai aktual dalam kehidupan, hidupkan nilai nilai pancasila itu dengan merebut ruang publik untuk berbagi nilai nilai baik dan berguna bagi persatuan dan kesatuan bangsa Negara,” pungkasnya. 

Hadir sebagai narasumber lainnya dalam webinar itu, salah satu penggerak Komunitas Jaringan Kerja Sama Antar  Umat Beragama  (JAKATARUB) Wawan Gunawan (sir/wan)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR