Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanWapres: Jangan Mempertentangkan Ajaran Agama Dengan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Wapres: Jangan Mempertentangkan Ajaran Agama Dengan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam untuk tidak mempertentangkan ajaran agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Wapres: Pasar Muamalah Merusak Ekosistem Ekonomi Keuangan Nasional – Nusadaily.com

“Keislaman dan kebangsaan itu tidak boleh dibenturkan, tidak boleh diperdebatkan, karena kita sudah punya kesepakatan bahwa dalam melaksanakan ajaran Islam harus atas dasar kesepakatan,” kata Wapres Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penerapan ajaran agama Islam di Indonesia, jelas Wapres, merupakan Islam yang utuh namun tetap dalam bingkai kesepakatan nasional, antara lain tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, yang terpenting saat ini ialah agar seluruh elemen bangsa menjaga kebhinnekaan dan kesepakatan nasional.

“Kita bersyukur pendiri bangsa ini meletakkan dasar-dasar kesepakatan, sehingga Bhinneka Tunggal Ika itu sebagai semboyan berbangsa dan bernegara. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengawal kebhinnekaan ini, menjaga kesepakatan-kesepakatan ini,” jelasnya.

BACA JUGA : Pelatihan Silvofishery, Penguatan Ekonomi Masyarakat KEE – Noktahmerah.com

Wapres juga mengatakan isu-isu yang berkembang di media sosial tentang radikalisme, intoleransi dan ujaran kebencian merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh masyarakat.

Stabilitas nasional dan keutuhan bangsa harus terus dijaga dengan menjaga kerukunan dan toleransi antarwarga, sehingga cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat segera tercapai.

“Menjadi kewajiban kita untuk terus mengawal ini, atas berbagai keriuhan-keriuhan yang ada di media sosial, berbagai ujaran kebencian, sikap-sikap intoleran, itu memang akan selalu ada; dari masa ke masa selalu ada tantangan ini,” katanya.

BACA JUGA : Akademisi: Pengembangan UMKM di UU Ciptaker Untuk Pemulihan Ekonomi – Imperiumdaily.com

Wapres berharap seluruh masyarakat dapat menempatkan kerukunan dan toleransi antarmasyarakat menjadi prioritas dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Upaya-upaya yang kita lakukan dalam menjaga keutuhan bangsa ini harus menjadi sesuatu yang kita prioritaskan. Tanpa kerukunan dan toleransi, kita tidak bisa membangun menjadi negara maju,” ujarnya.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam untuk tidak mempertentangkan ajaran agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA : Wapres: Pasar Muamalah Merusak Ekosistem Ekonomi Keuangan Nasional – Nusadaily.com

"Keislaman dan kebangsaan itu tidak boleh dibenturkan, tidak boleh diperdebatkan, karena kita sudah punya kesepakatan bahwa dalam melaksanakan ajaran Islam harus atas dasar kesepakatan," kata Wapres Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penerapan ajaran agama Islam di Indonesia, jelas Wapres, merupakan Islam yang utuh namun tetap dalam bingkai kesepakatan nasional, antara lain tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, yang terpenting saat ini ialah agar seluruh elemen bangsa menjaga kebhinnekaan dan kesepakatan nasional.

"Kita bersyukur pendiri bangsa ini meletakkan dasar-dasar kesepakatan, sehingga Bhinneka Tunggal Ika itu sebagai semboyan berbangsa dan bernegara. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengawal kebhinnekaan ini, menjaga kesepakatan-kesepakatan ini," jelasnya.

BACA JUGA : Pelatihan Silvofishery, Penguatan Ekonomi Masyarakat KEE – Noktahmerah.com

Wapres juga mengatakan isu-isu yang berkembang di media sosial tentang radikalisme, intoleransi dan ujaran kebencian merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh masyarakat.

Stabilitas nasional dan keutuhan bangsa harus terus dijaga dengan menjaga kerukunan dan toleransi antarwarga, sehingga cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat segera tercapai.

"Menjadi kewajiban kita untuk terus mengawal ini, atas berbagai keriuhan-keriuhan yang ada di media sosial, berbagai ujaran kebencian, sikap-sikap intoleran, itu memang akan selalu ada; dari masa ke masa selalu ada tantangan ini," katanya.

BACA JUGA : Akademisi: Pengembangan UMKM di UU Ciptaker Untuk Pemulihan Ekonomi – Imperiumdaily.com

Wapres berharap seluruh masyarakat dapat menempatkan kerukunan dan toleransi antarmasyarakat menjadi prioritas dalam hidup berbangsa dan bernegara.

"Upaya-upaya yang kita lakukan dalam menjaga keutuhan bangsa ini harus menjadi sesuatu yang kita prioritaskan. Tanpa kerukunan dan toleransi, kita tidak bisa membangun menjadi negara maju," ujarnya.(ros)