Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanWamen BUMN Sebut Pendanaan Dibutuhkan untuk Percepat Transisi Energi

Wamen BUMN Sebut Pendanaan Dibutuhkan untuk Percepat Transisi Energi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menyebut banyak upaya untuk mempercepat transisi energi. Salah satunya melalui pendanaan investasi yang ramah lingkungan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam acara Impact Investing Forum featuring Indonesia Impact Fund Kadin yang digelar di sela COP26 yang ditayangkan secara daring, Senin (1/11) malam, Pahala pun mendorong lembaga keuangan global untuk bisa ikut berkolaborasi untuk bisa membantu Indonesia melakukan transisi energi sebagaimana target pada tahun 2030.

BACA JUGA : Pemerintah Ungkap Alasan Gas Alam Berperan dalam Transisi Energi

“Tantangannya besar, hanya mungkin bisa dilakukan jika berbagai institusi bekerja sama, termasuk lembaga keuangan. Kita butuh mekanisme, dalam hal ini kita bisa mendapatkan bantuan pendanaan apa pun,” katanya.

Pahala menyebut PLN pun akan menandatangani bantuan pendanaan dari Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk mendukung transisi energi.

BACA JUGA : Di KTT Iklim Joe Biden, DEN Paparkan Transisi Energi Indonesia

“Saya rasa hal seperti itu (bantuan pendanaan) bisa dilakukan Bank Dunia, UNFCCC, ADB. Begitu pula lembaga keuangan komersial untuk bisa bekerja sama,” katanya.

Acara forum IIF 2021 atau Impact Investing Forum merupakan kegiatan yang diiniasiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta pemerintah Indonesia di sela sesi Konferensi Para Pihak atau Conference of Parties (COP) Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Framework Convention on Climate Change) Ke-26 atau COP26 di Glasgow, Skotlandia.

BACA JUGA : China: Ketahanan Pangan dan Energi Harus Dipikirkan Saat Batasi Emisi

Kadin Indonesia berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia dalam di KTT tentang perubahan iklim tersebut. Kadin ditunjuk sebagai mitra pemikiran (thought partner) pemerintah Indonesia dalam negosiasi COP26 dan memiliki kesempatan untuk memperlihatkan keterlibatan aktif sektor swasta Indonesia dalam mencapai komitmen perubahan iklim di panggung internasional.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid telah menegaskan komitmennya untuk siap berperan aktif dalam membantu pemerintah Indonesia untuk penuhi komitmen perubahan iklim.

BACA JUGA : Sektor Migas Jadi Andalan Penuhi Kebutuhan Energi di Masa Depan

Dalam hal ini, Kadin akan mengajak seluruh komponen pihak swasta, baik itu perusahaan besar maupun UMKM. Untuk berkolaborasi dalam membangun Agenda Net Zero untuk membantu pemerintah dalam mencapai Net Zero Indonesia pada tahun 2060.

Indonesia telah mengumumkan komitmennya terhadap inisiatif perubahan iklim global, yaitu pencapaian net-zero emission pada tahun 2060 serta Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang menuangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen (tanpa syarat) dan hingga 41 persen (bersyarat) tertahap business as usual pada tahun 2030.(lal)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...