Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanWakil Ketua KPK Sindir Budaya Korup Kampus dan Sebut 86 Persen Koruptor...

Wakil Ketua KPK Sindir Budaya Korup Kampus dan Sebut 86 Persen Koruptor Alumnus Perguruan Tinggi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Jumat, 22 Oktober 2021, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron memberi kuliah umum di Universitas Jember dengan tema ‘Membangun Integritas Bangsa’. Dia sempat membuat sindiran tentang kebiasaan perilaku koruptif di kampus serta memaparkan tentang fakta dan kenyataan erat kaitannya dengan perkara korupsi di Indonesia yang ditangani KPK selama ini. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurut Ghufron, kerap terjadi perilaku antara mahasiswa dengan dosen yang justru berpotensi menumbuhkan tindakan korup. Yakni, tradisi pemberian hadiah oleh mahasiswa kepada dosen usai ujian akhir.

“Ini kebiasaan yang jika dibiarkan bakal menjadi budaya gratifikasi yang tergolong korupsi walau mungkin niatnya untuk berterima kasih,” sebutnya ke hadapan para Wakil Dekan III dan perwakilan aktivis mahasiswa yang hadir langsung di kuliah umum.

Entah hal tersebut mutlak korelatif atau tidak, namun faktanya adalah mayoritas dari para koruptor yang berurusan dengan KPK merupakan orang-orang berlatar belakang sebagai kaum intelektual.

“Ada data yang menunjukkan 86 persen koruptor yang ditangkap KPK adalah lulusan perguruan tinggi. Tentu, ini ironis sekali,” paparan Ghufron yang juga disaksikan secara online oleh sekitar lebih dari 2.000 mahasiswa.

KPK juga menemukan fakta lain di jenjang pendidikan selain perguruan tinggi. Berdasarkan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) KPK tahun 2020, ternyata 80 persen orang tua siswa memberi hadiah kepada guru setelah proses kenaikan kelas.

Ghufron menekankan, perguruan tinggi wajib berbenah untuk mencetak lulusan yang berintegritas. Tiga langkah yang mesti ditempuh diantaranya seperti memperbaiki tata nilai untuk mengajarkan kejujuran, tata kelola kampus yang baik dan bersih, serta tata kesejahteraan memadai bagi dosen maupun pegawai.

Kampus juga diharap oleh Ghufron berperan aktif mewaspadai, bahkan turut menanggulangi segala potensi tumbuhnya perbuatan tindak pidana korupsi yang bisa muncul di mana saja. Termasuk dalam dunia pendidikan.

“Oleh karena itu, KPK bekerjasama dengan perguruan tinggi, seperti dengan Universitas Jember. Kami juga membangun sistem tata kelola yang baik, dan bersinergi dengan lembaga lain,” jelas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan KPK yang diwakili oleh Ghufron. Iwan berkomitmen melaksanakan poin-poin penting di dalam kesepahaman tersebut.

“KPK akan turut aktif mengawasi pelaksanaan tata kelola keuangan, tata kelola barang milik negara hingga penerimaan mahasiswa, dan pegawai. Sementara para pakar di berbagai bidang dari Universitas Jember bisa membantu tugas dan program-program KPK,” urai Iwan. (sut/wan)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily