Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanUpdate Semeru: 14 Orang Meninggal, 56 Terluka, 1.300 Mengungsi

Update Semeru: 14 Orang Meninggal, 56 Terluka, 1.300 Mengungsi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Gunung Semeru, Jawa Timur erupsi, Sabtu (4/12). Guguran awan panas Semeru mengakibatkan ribuan orang di Kabupaten Lumajang mengungsi

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : PVMBG: Semeru Kembali Erupsi!

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (5/12) sekitar pukul 17.30 WIB, jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru mencapai 1.300 jiwa.

“BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu. Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12).

Muhari menambahkan, jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Semeru sebanyak 14 orang.

BACA JUGA : Gunung Semeru Masih Bergemuruh, Waspadai Luncuran Lava di Besuk Kobokan

“Korban meninggal dunia teridentifikasi di dua kecamatan. Yaitu 11 orang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Candipuro,” kata Muhari

Erupsi Semeru

Selain itu, puluhan orang juga dilaporkan terluka akibat erupsi Semeru. “Korban luka berat sebanyak 35 orang, Untuk korban luka lainnya sejumlah 21 orang, sehingga total keseluruhan korban luka sebanyak 56 orang,” kata dia.

Puluhan korban luka berat itu, dirawat di sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit yakni Rumah Sakit dr. Haryoto, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Puskesmas Penanggal.

BACA JUGA : Peningkatan Aktifitas Gunung Semeru Sore Ini

“Merespons bencana erupsi Gunung Semeru, Bupati Kabupaten Lumajang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru selama 30 hari terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021,” kata Muhari, dilansir dari CNNIndonesia.com

Muhari juga mengatakan, Bupati Kabupaten Lumajang juga telah menetapkan Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru. Komando tanggap darurat dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang, bersama Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris.(ros)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Tarif 4 Jalan Tol Ini Bakal Naik, Ada Tangerang-Merak hingga Pandaan-Malang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sebanyak empat jalan tol kelolaan PT Astra Infrastruktur bakal naik tarifnya dalam waktu dekat. Sebanyak empat ruas jalan tol tersebut...