Senin, September 27, 2021
BerandaNewsMetropolitanTinjau Sentra Vaksinasi HIPMI, Bamsoet Ajak Pengusaha Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Tinjau Sentra Vaksinasi HIPMI, Bamsoet Ajak Pengusaha Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, seusai meninjau Sentra Vaksinasi yang digelar oleh pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang bergotong royong bersama Labschool Kebayoran dan RS Gandaria di Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan mengajak Pengusaha bantu Percepatan Vaksinasi covid 19.

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi keterlibatan para pengusaha muda dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Sebagaimana ditunjukan pengurus HIPMI Jaya Jakarta.

“Pemberian dosis pertama sudah dilakukan pada 3 hingga 12 Juli 2021. Saat ini sedang dilakukan penyuntikan dosis ke-2 dari tanggal 31 Juli 2021 hingga 9 Agustus 2021. Sentra Vaksinasi HIPMI Jaya menyasar sekitar 4 ribu warga DKI Jakarta, termasuk pelaku usaha UMKM dan berbagai kalangan masyarakat umum lainnya. Setelah divaksinasi, pelaku UMKM bisa lebih tenang melanjutkan kegiatan usahanya, begitupun dengan masyarakat lainnya,” ujar Politisi yang akrab disapa Bamsoet.

Dikatakannya pula, saat ini varian virus Covid-19 sudah bermunculan mulai Alpha, Beta, dan Delta., oleh karena itu, tambah Bamsoet melalui gencarnya vaksinasi, dunia dapat menekan peluang lahirnya varian baru dari virus Covid-19, memutus mata rantai penyebar virus dan mempercepat penyelesaian pandemi Covid-19.

“Indonesia menggunakan berbagai merk vaksin yang sudah disetujui WHO. Antara lain Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, dan Moderna. Masyarakat tidak perlu ragu menerima vaksinasi dari merk apapun karena sudah terjamin keamanan, keefektifan, dan kehalalannya. Vaksin terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia dan dapat kita akses. Divaksin dengan Sinovac, Sinopharm, ataupun Astrazeneca, semuanya sama. Lebih cepat divaksin, lebih baik. Tidak perlu menunda-nunda,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, keberadaan vaksinasi tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan atau malah melupakan protokol kesehatan. Mengingat penyebaran virus Covid-19 masih terbilang tinggi.

“Positivity rate Indonesia, perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan, masih terbilang tinggi. Per 2 Agustus, secara nasional tercatat mencapai 21 persen. Sementara di DKI Jakarta 12,4 persen. Keduanya jauh diatas standar yang ditetapkan WHO, yakni 5 persen. Karenanya selain menggencarkan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga tidak boleh kendor,” pungkas Bamsoet. (sir/kal)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...