Senin, Oktober 25, 2021
BerandaNewsMetropolitanTifatul Sembiring Harap ASO Dipercepat

Tifatul Sembiring Harap ASO Dipercepat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika era 2009-2014 Tifatul Sembiring berharap analog switch off di Indonesia dipercepat.

“Kalau bisa, dipercepat,” kata Tifatul, saat temu kangen virtual dengan Menkominfo berbagai periode, Rabu (4/8).

Kominfo mengadakan rangkaian pertemuan secara virtual dengan Menteri Kominfo berbagai periode untuk memperingati 20 tahun kementerian tersebut.

BACA JUGA:ASO Bukan Hanya Soal Penyiaran

Sang politikus, dalam acara ramah-tamah tersebut, membahas penghentian siaran televisi teresterial analog atau analog switch off yang sudah belasan tahun direncanakan.

Migrasi siaran televisi teresterial dari analog ke digital baru memiliki dasar hukum yang kuat sejak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disahkan.

Dalam undang-undang tersebut, tercantum analog switch off paling lambat dua tahun sejak undang-undang berlaku, atau 2 November 2022.

Menurut Tifatul, yang kini menjadi anggota DPR RI, Indonesia perlu segera beralih ke siaran televisi digital karena dunia sudah berubah. Dia mencontohkan televisi analog kini sudah tidak diproduksi lagi.

Teknologi digital menawarkan efisiensi yang belum ada di siaran analog, salah satunya adalah penghematan di spektrum frekuensi emas 700MHz.

Dengan siaran digital, pita frekuensi yang tadinya hanya bisa digunakan satu kanal televisi pada siaran analog, bisa digunakan 12 bahkan hingga 24 kanal.

“Dividen digital bisa digunakan untuk kepentingan lain, seperti komunikasi, keamanan,” kata Tifatul.

Siaran digital pun bisa menghemat penggunaan daya listrik, menurut Tifatul, karena perangkat televisi yang bisa menangkap siaran digital membutuhkan daya listrik sekitar 40W, dibandingkan dengan perangkat analog yang bisa ratusan Watt.

BACA JUGA:Kominfo Bahas Distribusi Set Top Box ASO Tahap I

Kebutuhan beralih ke digital juga semakin terlihat ketika pandemi virus corona ini, ketika banyak aktivitas, termasuk bekerja, belajar dan belanja harus dilakukan dari jarak jauh, menggunakan internet.

Pemerintah Indonesia berencana menggunakan dividen digital sebesar 112MHz di frekuensi 700MHz untuk layanan telekomunikasi, yaitu internet cepat, dan frekuensi kebencanaan, ketika terjadi bencana alam, akan muncul notifikasi di perangkat seluler maupun televisi atau radio.

Analog switch off tahap pertama saat ini sedang berlangsung di beberapa wilayah siaran, terutama yang berada di perbatasan. ASO tahap I ini dijadwalkan paling lambat hingga 17 Agustus mendatang.(int5)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu