BerandaNewsMetropolitanTerminal Pulogebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Saat Larangan Mudik

Terminal Pulogebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Saat Larangan Mudik

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Terminal Bus Terpadu Pulogebang tidak membatasi keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) selama periode larangan mudik pada 6 – 17 Mei 2021. 

BACA JUGA : Terminal Lebak Bulus Sepi Aktivitas – Nusadaily.com

“Tidak ada batasan, tergantung kebutuhan mendesak masyarakat, jadi kita tidak ada target,” kata Kepala Terminal Bus Terpadu Pulogebang Bernard Pasaribu saat ditemui di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis. 

Bernard menambahkan bahwa selama periode larangan mudik hanya bus yang telah mendapatkan stiker khusus yang diperbolehkan mengangkut penumpang yang telah melengkapi sejumlah persyaratan perjalanan. 

“Kapasitas bus juga hanya 50 persen. Tapi saya yakin tidak sampai 50 persen karena persyaratan agak ketat seperti SIKM, surat kedinasan dan lainnya,” ujar Bernard Pasaribu. 

BACA JUGA : Terminal AKAP Pekanbaru Sediakan Alat GeNose Gratis – Noktahmerah.com

Sementara itu, kondisi di Terminal Pulogebang saat hari pertama periode pelarangan mudik terpantau sepi. Hanya terlihat beberapa bus AKAP yang terparkir di pintu keberangkatan. Tidak ada kepadatan penumpang yang menunggu di ruang tunggu keberangkatan bus AKAP.

Salah satu penumpang tujuan Pekalongan. Suratman mengatakan dirinya harus menyertakan sejumlah persyaratan seperti surat dinas dari perusahaan tempat bekerja hingga surat tes usap antigen. 

BACA JUGA : Jelang Lebaran, Pertamina Fuel Terminal Malang Siagakan SPBU Kantong – Beritaloka.com

“Berangkat rencana jam 9, tapi ini belum berangkat nunggu penumpang lagi,” kata pria yang berprofesi sebagai pegawai swasta tersebut.(ros)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Bea Cukai Bentengi Pedagang Kelontong Kota Batu dari Peredaran Rokok Ilegal

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Kota Batu menerima kucuran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2021 senilai Rp 18,9 miliar. Pemanfaatannya diatur dalam Permenkeu nomor 206/PMK.07/2020...