Kamis, Juli 7, 2022
BerandaNewsMetropolitanTerlibat Prostitusi Anak di Bawah Umur, Warga AS Ditangkap

Terlibat Prostitusi Anak di Bawah Umur, Warga AS Ditangkap

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara Amerika Serikat bernama Russ Albert Medlin. Penangkapan lantaran dia terlibat kasus prostitusi anak di bawah umur. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan tersangka prostitusi anak di bawah umur ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada 15 Juni 2020.

“Ini berdasarkan hasil laporan dari masyarakat bahwa di Jalan Brawijaya. Di sana tersangka RAM sering bawa wanita anak-anak di bawah umur,” kata Yusri dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya, Selasa.

Atas laporan tersebut petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap kediaman Medlin dan berhasil mengamankan tiga orang PSK di bawah umur. Saat diperiksa mengaku baru saja dibooking untuk melayani Medlin.

Atas dasar pengakuan tersebut petugas kemudian melakukan penggerebekan terhadap kediaman Medlin dan mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan rumah tersebut dan menemukan seseorang warga negara asing, inisial RAM. Kemudian yang dilakukan pendalaman terhadap yang bersangkutan, memang betul sering membawa wanita di bawah umur dengan diberi bayaran Rp2 juta per satu orang,” ujarnya dilansir Nusadaily.com.

RAM juga mengakui telah membuat foto dan video dengan sejumlah perempuan di bawah umur.

“Setiap dia melakukan dia minta difoto dan divideokan. Jadi ada kemungkinan yang bersangkutan ini merupakan pedofil. Dugaan sementara yang bersangkutan pedofil,” kata Yusri.

Petugas kemudian mengamankan beberapa barang bukti seperti laptop, handhpone, uang tunai Rp6,3 juta, dan uang tunai 20 ribu dolar AS.

Atas perbuatannya petugas menjerat tersangka prostitusu, Medlin dengan Pasal 76 junto Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan UU 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar. (wan)

BERITA KHUSUS

Sampaikan LPJ APBD 2021, Gus Ipul: Jadi Motivasi Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota...

BERITA TERBARU

4 Inovasi Pesawat Mewah untuk Penerbangan Masa Depan

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa maskapai dan perusahaan di dunia memperkenalkan beragam desain pesawat terbaru mereka. Mulai dari bangku kapsul hingga desain mewah seperti...