Senin, Agustus 15, 2022
BerandaNewsMetropolitanStafsus Menteri BUMN Sebut Negara Untung Lepas Saham Bandara Kualanamu

Stafsus Menteri BUMN Sebut Negara Untung Lepas Saham Bandara Kualanamu

NUSADAILY.COM – JAKARTA – PT Angkasa Pura II melepas kepemilikan saham Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, sebesar 49 persen kepada perusahaan asal India bernama GMR Airport Internasional.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam pernyataannya yang dikutip di Jakarta, Jumat, menyebutkan negara tetap untung dari aksi yang dilakukan oleh anak usaha PT Angkasa Pura II tersebut.

BACA JUGA : Kementerian BUMN Minta Perusahaan Plat Merah Gelar Asesmen INDI 4.0

“Angkasa Pura II mendapatkan dua keuntungan, yaitu dana sebesar 1,58 triliun dari GMR. Serta ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp56 triliun dengan tahap pertama sebesar Rp3 triliun,” ujarnya.

Arya mengatakan aksi melepas 49 persen saham itu membuat perseroan tidak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp58 triliun untuk pengembangan Bandara Kualanamu, karena proyek pembangunan bandara justru ditanggung oleh mitra.

BACA JUGA : Politisi Bakal Pusing, KPU: Pemilu yang Wajib Serentak hanya Memilih DPR-DPD-Presiden

Menurutnya, dana sebesar Rp1,58 triliun bisa dipakai oleh Angkasa Pura II untuk pengembangan dan pembangunan bandara baru di Indonesia.

“Ini namanya memberdayakan aset tanpa kehilangan aset, bahkan asetnya membesar berkali-kali lipat,” jelasnya.

BACA JUGA : Ada Iklan Menteri di Mesin ATM Bank BUMN, PDIP Meradang

Angkasa Pura II dengan GMR membentuk perusahaan patungan bernama PT Angkasa Pura Aviasi untuk mengelola dan mengenal Bandara Internasional Kualanamu.

Angkasa Pura II sebagai pemegang saham mayoritas dengan menguasai 51 saham di Angkasa Pura Aviasi, sedangkan GMR memegang 49 persen saham.

BACA JUGA : Cerita Raibnya Tabungan Rp 5,8 M Nasabah Bank BUMN di Kudus

Kerja sama ini akan mengelola Kualanamu selama 25 tahun dan semua biaya pembangunan ditanggung dengan sistem build of take (BOT). Setelah 25 tahun, aset itu akan dikembalikan kepada Angkasa Pura II.

“Jadi aset tersebut tetap milik Angkasa Pura II bukan dijual asetnya, jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan aset,” pungkas Arya.(lal)

BERITA KHUSUS

Gebyar Merah Putih, Pemkot Malang Pasang Belasan Ribu Bendera

NUSADAILY.COM – KOTA MALANG – Apel pagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kental dengan nuansa kebangsaan, Senin (15/8/2022). Pasalnya, pada momen tersebut turut dilangsungkan...

BERITA TERBARU

3 Tahun Ledug Suro Absen, IKM Roti Bolu Merana

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Kebijakan meniadakan Ledug Suro oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan pada Muharam atau Suro tahun ini membuat para pelaku IKM khusunya...