Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaNewsMetropolitanSoal Laporan Satgas Covid Kota Bogor Terkait Swab Test HRS, Polisi Segera...

Soal Laporan Satgas Covid Kota Bogor Terkait Swab Test HRS, Polisi Segera Panggil RS UMMI

NUSADAILY.COM – BOGOR – Polisi telah menerima laporan Satgas COVID Kota Bogor terhadap Direktur Utama RS UMMI Andi Tatat terkait swab test Habib Rizieq Syihab. Dirut beserta pihak terkait akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ya, pihak-pihak terkait termasuk dari Gugus COVID, kemudian juga dari pihak-pihak manajemen RS UMMI (akan dipanggil dalam waktu dekat), gitu,” kata Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar kepada wartawan, Sabtu (28/11/2020).

BACA JUGA: Buntut RS UMMI Tak Laporkan Hasil Swab Habib Rizieq, Satgas Covid Kota Bogor Ancam Cabut Ijinnya

Rachmat menyebut kasus ini akan ditangani Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bogor Kota. Polisi pun akan mempersiapkan administrasi penyelidikan terkait laporan tersebut.

“Urusan Reskrim. Yang jelas itu kan tahap-tahap ke sana belum tahu. Yang jelas berdasarkan laporan kita tangani, kita siapkan administrasi penyidikannya, penyelidikannya, untuk mempersiapkan lah,” ujarnya.

Laporan terhadap Dirut RS UMMI tersebut dibuat Satgas COVID-19 Kota Bogor. Pihak kepolisian juga akan memanggil pihak terkait dalam kasus ini.

“Langkahnya sementara ini, sudah menerima laporan tentunya ya, dari pihak Reskrim sedang menyiapkan administrasi untuk penyelidikan, yang nanti akan memeriksa, memanggil para pihak-pihak terkait,” ungkap Rachmat.

Seperti diketahui, Dirut RS UMMI Bogor Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Dia dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor karena dinilai menghalang-halangi upaya satgas melakukan swab test terhadap Habib Rizieq yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Benar,” kata Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/11).

BACA JUGA: Apa Sulitnya RS UMMI Jelaskan Habib Rizieq Positif atau Negatif, Kata Analis

Menghalagi Tugas Satgas COVID-19

Laporan polisi tersebut tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Dirut RS UMMI diduga menghalangi Satgas COVID-19 Kota Bogor dalam upaya penanganan COVID-19.

“Kalau dalam laporannya kan menghalang-halangi upaya untuk melakukan swab test,” jelas Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar.

Satgas COVID-19 Kota Bogor pun menjelaskan alasan melaporkan Dirut RS UMMI ke polisi. Pihak RS UMMI Bogor diduga telah menghalangi penanganan wabah penyakit menular.

“Kami dari Satgas COVID menuntut untuk melaporkan pihak RS UMMI ke Polresta Kota Bogor dengan dugaan menghambat dan menghalang-halangi proses penanganan wabah penyakit menular,” kata Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah dalam konferensi yang disiarkan Pemerintah Kota Bogor, Sabtu (28/11), katanya dikutip Nusadaily.com dari detik.com.

Dia mengatakan pihaknya melapor ke polisi karena pihak RS UMMI tidak memberikan informasi yang komprehensif. Tindakan tersebut dinilai menghalangi tugas Satgas COVID-19.

“Pihak RS UMMI menjanjikan pada 27 November menyatakan hasilnya akan keluar pada pukul 11 malam. Sampai jam 12 tak ada kabar keluar kepada kami Satgas COVID Kota Bogor. Sehingga kami Satgas COVID memutuskan untuk melaporkan pihak RS UMMI ke Polres Kota Bogor dengan dugaan menghambat dan menghalangi proses penyebaran wabah penyakit menular sebagaimana diamanahkan UU 4/84 tentang Wabah Penyakit Menular,” urainya.(jib)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Rekam Jejak Ferdy Sambo, Mulai Lulus Akpol Kini Jadi Tersangka!

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Eks Kadiv Propam Polri...