Senin, September 20, 2021
BerandaNewsMetropolitanSoal Aksi Pita Putih, Ini Kata Ketum Asosiasi Ojol Garda Indonesia

Soal Aksi Pita Putih, Ini Kata Ketum Asosiasi Ojol Garda Indonesia

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sejak Rabu (14/4/2021), driver ojek online (ojol) se-Jawa Barat menggelar aksi damai mengenakan Pita Putih di lengan kiri, sebagai bentuk protes diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ketua Umum Asosiasi Ojek Online Garda Indonesia Igun Wicaksono memberikan tanggapan atas digelarnya aksi pita putih tersebut.

BACA JUGA: Pita Putih, Jeritan Driver Ojol se-Jabar Terkait PPKM Darurat dan STRP

Menurutnya, aksi ini terjadi karena tidak adanya kebijakan dari operator perusahaan ojol di wilayah setempat untuk memberikan surat tanda registrasi pekerja (STRP) yang disahkan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan, kepada para driver.

Lanjutnya, tak seperti di Jakarta, semua operator memberikan STRP yang sudah disahkan oleh Dinas Perhubungan Pemprov DKI kepada Pengemudi ojek online. Sehingga dengan STRP itu mereka dapat melintas pos penyekatan diberbagai titik di Jakarta.

BACA JUGA: Viral! Video Bentrokan Ojol vs Debt Collector di Mangga Besar

“Oleh sebab itu, di Jakarta Kondusif tidak ada aksi apapun yang dilakukan oleh Driver Ojek Online,” ujar Igun Wicaksono saat dihubungi Nusadaily.com.

Dirinya juga menambahkan, jika para driver ojol ini sudah terakomodir, pastinya mereka tidak akan melakukan aksi protes.

BACA JUGA: Kronologi Bentrok Ojol dengan Matel di Sawah Besar Jakpus

“Semua itu memang kebijakan dari masing-masing operator dan pemerintah daerah yang merupakan regulator bagi pengemudi Ojek online,” kata Igun.

Oleh karenanya, Igun Berpesan kepada driver ojol di Jakarta agar di masa PPKM ini pergunakan STRP secara Optimal. Karena di masa pandemi sekarang ini pendapatan pastinya berkurang.

Sementara itu, salah satu driver ojol yang biasa nongkrong di kawasan Pluit Jakarta Utara, Galih Sumadi, membenarkan jika dirinya mendapatkan STRP dalam barkode.

BACA JUGA: Mengenal Profesi Mata Elang yang Tawuran dengan Ojol di Mangga Besar

Dia mengatakan, saat melewati pos penyekatan barkode ditunjukan, yang kemudian discan oleh petugas jaga di pos tersebut.

“Alhamdulillah, beruntung saya dapat STRP, walaupun ada PPKM saya masih bisa narik meskipun tidak Sampai malam,” ujar Galih.

BACA JUGA: Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

Galih berharap, pandemi ini cepat berlalu agar perekonomiannya kembali normal seperti dulu lagi. Ia mengaku kondisi seperti ini pendapatannya menurun. (sir/lna)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...