Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanRomo Benny: NU Butuh Kepemimpinan yang Dapat Membaca Tanda Zaman

Romo Benny: NU Butuh Kepemimpinan yang Dapat Membaca Tanda Zaman

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menyatakan bahwa membaca tanda tanda zaman dan mampu menjadi jawaban atas masalah yang terjadi dalam bangsa maupun dunia merupakan kriteria Ideal Pemimpin NU.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Karena, menurut dirinya, NU kedepannya akan banyak menghadapi tantangan. iapapun yang akan memimpin NU dia harus mampu membaca sekaligus menjawab tanda tanda zaman.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pembicara dalam kegiatan Webinar yang bertemakan ‘Sosok Ideal Pemimpin NU Menjelang Satu Abad’, Sabtu (16/10/2021).

Dalam webinar tersebut pria yang kerab disapa Romo Benny itu juga mengungkapkan, di masa Kepemimpinan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diujung pemerintahan Orde Baru dalam menghadapi Kerepresifan dan Kediktatoran Presiden Suharto. Ia Menyebutkan jika Gus Dur mampu membangun tatanan masyarakat sipil melalui pembuatan dan pengkoordinasian NGO-NGO.

“Gus Dur mampu memupuk para generasi muda hingga dapat menjadi tokoh tokoh besar yang berperan penting pada kemajuan, bukan hanya umat Islam tetapi juga Bangsa Indonesia seluruhnya,” tegas Romo Benny.

Sehingga, kata Romo Benny, dengan visi yang luar biasa ini membuat nama Gus Dur harum tidak hanya di kancah dalam negeri tetapi juga dunia.

Masih Kata Romo Benny, dalam Masa Pandemi Sistem sistem dan kekuatan besar telah banyak yang tumbang dan runtuh. Oleh sebab itu hendaknya NU dapat mengambil kesempatan ini dengan memperkuat diri dalam dunia digital. Sekaligus melakukan konsolidasi dengan berbagai unsur masyarakat untuk dapat saling membantu dan bersatu untuk menjaga rasa persatuan di Indonesia.

“Tentunya hal ini dibutuhkan karena pada era digital, sekat sekat Negara dan wilayh telah runtuh hingga berbagai macam paham atau ideology dapat masuk dan merusak tatanan Masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Romo Benny menyebut, jika opini dapat mudah dan cepat dibangun dalam media socia, yang mengakibatkan merusaknya suatu sistem yang telah lama tertata.

Hal ini, lanjut Romi Benny, dibuktikan dalam kasus arab spring, dimana kemampuan persuasi dalam era digital merupakan hal yang utama dimiliki oleh mereka yang ingin bertahan dan berkembang termasuk NU dan Pemimpinnya.

“Karenanya NU perlu memenuhi ruang public dan ruang digital dengan berita berita dan informasi tentang NU hingga NU dapat tetap menjadi jangkar Perdamaian Negara bahkan lebih jauh jangkar perdamaian dunia,” ucap Roma Benny.

Budayawan Nasional ini menilai, NU sebagai Jangkar Perdamaian, sangat dibutuhkan saat saat ini dalam menghadapi ekslusifitas dan ekstrimisme kelompok yang makin meluas dan berkembang dengan memanfaatkan pandemi sebagai alasan bahwa Eksklusifitas dan Ekstrimisme adalah satu satunya jalan penyelamat.

“Saya berharap NU mampu memberi sumbangan bagi perdamaian dunia dengan menjaga dan menghormati inklusivitas di seluruh dunia sehingga nilai nilai islam yang damai dan universal. Serta ideology Pancasila sebagai identitas Bangsa dan NU mampu terbumikan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dunia,” tandasnya.

Di acara yang sama, Miftah Maulana Habiburrahman ikut memberikan pandangannya, bahwa Pemimpin yang paling ideal adalah pemimpin yang memiliki tiga kriteria yaitu memiliki aspek manajerial yang harus dikuasai, harus memiliki networking yang luas di segala bidang tidak hanya agama saja juga memiliki visi yang jelas dan terukur tentang masa depan organisasi, umat, bangsa, negara dan dunia.

“Kedepannya, Pemimpin harus paham dan mengerti tehnologi, adaptif terhadap perubahan zaman serta dapat masuk ke kaum milenial karena mereka yang nanti menguasai Negara dan pasar pada masa depan dalam era digital,” ucap Kiai yang akrab disapa Gus Miftah itu.

Sebelumnya, acara yang dikuti oleh 400 peserta ini, di buka langsung oleh
Rektor Unisma H. Noor Shodiq Askandar,S.E., M.M, yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa tujuan diadakannya webinar ini adalah untuk membangun profil pimpinan ideal NU dalam segala bidang.

Karena, menurutnya, NU tidak saja membutuhkan pemimpin matang namun juga penuh dedikasi dan berpandangan jauh ke depan dengan moralitas baik dan penerimaan tinggi di tengah tengah masyarakat.

“Dengan kajian akademik melalui webinar ini diharapkan ditemukan profil dan formula pimpinan NU yang dapat menjadi pencerah sekaligus penyejuk ditengah umat,” tuturnya.

Dia juga berharap, hasil dari diskusi webinar ini diharapkan dapat memberikan formula yang tepat sebagai Kado untuk NU menjelang 100 tahun Nahdatul ulama sekaligus menyambut hari santri nasional.(sir/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily