Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsMetropolitanRomo Benny: Disiplin Prokes Adalah Bentuk Nyata Mencintai Sesama

Romo Benny: Disiplin Prokes Adalah Bentuk Nyata Mencintai Sesama

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf Khusus Dewan Pengarahan BPIP Antonius Benny susetyo menyampaikan Disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan adalah ,bentuk nyata mencintai sesama ciptaan Tuhan. Dikatakan pula, bahwa menjaga sesama ciptaan Tuhan adalah salah satu bentuk nyata dari ibadah.

Hal tersebut disampaikanya saat dirinya hadir dalam. Kegiatan webinar Prodewa yang bertemakan Pro dan Kontra Penutupan Rumah Ibadah Selama PPKM Darurat, Bagaimana Solusi Terbaik?”, Jumat (16/7/2021).

Dalam, kesempatan itu pula pria yang akrab disapa Romo Benny ini mengungkapkan, jika pembatasan tersebut perlu dilakukan, mengingat, kata Romo Benny dalam kondisi meningkatnya kasus Virus Covid19.

“Di saat- saat seperti ini ada hukum dan peraturan yang lebih penting yaitu hukum yang mementingkan kepentingan umum untuk keselamatan umat manusia,” ucapnya.

Oleh karenannya, lanjut Romo Benny, Gereja mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah seperti Tempat ibadah yang berada dalam zona merah disarankan melakukan ibadah online.

” Sedangkan gereja yang berada di zona selain merah dilakukan ibadah dengan maksimal 25% kapasitas tempat ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Romo Benny.

Romo Benny yang juga seorang Budayawan Nasional itu menambahkan, yang dilarang adalah kerumunan, bukan ibadahnya , oleh karenanya untuk umat Kristen dan Katolik dapat ibadah dapat dilakukan secara daring.

“Saatnya kita semua berpikir positif, bahwa semua ini dilakukan pemerintah semata mata demi keamanan seluruh rakyat Indonesia dan agar Pandemi semakin tidak meluas, disamping itu sudah saatnya kita tidak terjebak pada propaganda negatif yang membenturkan agama dan pemerintah,” tegasnya.

Terakhir, Romo Benny menyatakan bahwa ibadah yang sejati adalah bagaimana kita menjaga dan mencintai sesama ciptaan Tuhan.

“Bukti nyata mencintai sesama ciptaan Tuhan dalam masa pandemik adalah dengan dengan disiplin melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan agar Pandemi tidak lagi melebar dan dapat segera ditanggulangi, ” tandas Romo Benny.

Sementara itu diacara yang sama, Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Dr. K.H. Asrorun Niam mengatakan tidak ada pelarangan ibadah, namun diperlukan adaptasi agar tidak memperluas penularan wabah.

Selain itu, menurut Dia, komitmen beragama dapat dilaksanakan dengan tidak membahayakan jiwa atau orang lain, namun ia uga mengingatkan bahwa kita harus mendukung kebijakan PPKM tapi juga selalu melakukan check and balance terhadap kebijakan semata mata untuk perbaikan yang berkesinambungan.

“Pemerintah juga membutuhkan saran dan pendapat dari masyarakat, hal ini dibuktikan dengan beberapa kebijakan terkait pembatasan yang mengalami beberapa kali perubahan karena memperhatikan umpan balik dari masyarakat,” ungkap K.H. Asrorun Niam.

Selain Menghadirkan Romo Benny dan K.H. Asrorun Nia kegiatan yang diselenggarakan oleh Progressive Democracy Watch ini juga menghadirkan Pemateri dari Parisada Hindu Dharma Indonesia KRHT. Astono Chandra, dalam paparannya dikatakan melaksanakan PPKM berarti melaksanakan Dharma Negara yaitu selalu menjadi bagian yang berkontribusi baik dalam suatu Perkumpulan dan komunitas dalam hal ini Negara.

Dia juga menilai, jika PPKM tersebut wajib didukung karena merupakan perwujudan dari Guru Wisesa, yaitu bagaimana kita hormat dan mentaati peraturan dan anjuran yang dibuat oleh Negara.

“Umat Hindu Percaya bahwa Tuhan ada di berbagai tempat jadi beribadah tidak harus ditempat peribatan.segala aktifitas penunjang Peribadatan seperti silaturahmi dan pendidikan dapat dilaksanakan secara online,” terang Astono Chandra.

Sebagai penutup Astono menyampaikan sudah waktunya untuk tidak mempertentangkan hal yang tidak patut dipertentangkan, yang paling penting untuk kondisi saat ini adalah menjaga kesehatan fisik dan Jiwa.

“Menjaga kesehatan diri berarti juga menjaga kesehatan sesama dan jika kuta semua bisa saling menjaga maka diharapkan keseimbangan semesta yang goyah akibat pandemi Covid-19 ini dapat kembali diraih,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kegiatan tersebut diadakan merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi sosial masyarakat yang belum memahami hakikat pembatasan aktivitas rumah ibadah terkait PPKM darurat dan upaya mencari solusi agar Masyarakat tidak terjebak dalam narasi negatif serta berita hoax terkait Pembatasan aktivitas rumah ibadah terkait PPKM darurat yang hingga tanggal 20 Juli 2021 di Jawa -Bali dan diperpanjang kembali hingga Akhir Juli. (sir/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...