Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaNewsMetropolitanPuluhan Jamaah Umrah Terpapar COVID-19, Menag Akui Jamaah Berkumpul Tanpa Karantina

Puluhan Jamaah Umrah Terpapar COVID-19, Menag Akui Jamaah Berkumpul Tanpa Karantina

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Puluhan jamaah umrah terpapar COVID-19. Terkait hal itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengakui jika hal tersebut karena mereka berkumpul tanpa adanya karantina.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Evaluasi atas penyelenggaraan ibadah umrah 3 gelombang pada 1, 3 dan 8 November 2020 telah dilakukan.

Catatan dan evaluasi tersebut disampaikan Menag saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPRI di Jakarta, Rabu 18 November 2020.

Catatan pertama, jemaah berangkat umrah tanpa adanya karantina terlebih dahulu. “Namun langsung berkumpul pada hari keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,” terang Menag

Kedua, lanjut Menag, Jemaah melakukan tes PCR/SWAB mepet dengan waktu keberangkatan. Lalu satu laboratorium, sehingga pada saat akan berangkat PCR/SWAB belum keluar.

BACA JUGA: KPK Lelang Motor dan Tanah Perkara Korupsi Mantan Bupati Labuhanbatu

Ketiga, kedatangan jemaah di hotel Makkah langsung dikarantina selama 3 hari dan dilakukan PCR/SWAB oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Hasil tes, ujar Menag, pemberangkatan tanggal 1 November 2020 terkonfirmasi positif covid sebanyak 8 orang. Tanggal 3 November 2020 terkonfirmasi positif covid sebanyak 5 orang, dan tanggal 8 November 2020 tidak ada yang positif. “Dari 13 orang yang positif, 3 di antaranya sudah kembali ke Indonesia, 7 orang malam nanti akan kembali ke Tanah Air, 3 masih karantina di Saudi,” katanya.

Evaluasi penyelenggaraan umrah

Berdasarkan catatan tersebut, lanjut Menag, Kementerian Agama melakukan sejumlah evaluasi atas penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi tersebut. Pertama, perlunya karantina jemaah pada saat keberangkatan minimal 3 hari.

“Ini dilakukan guna memastikan proses tes PCR/SWAB dilakukan dengan benar, tidak mepet waktunya, dan menghindari risiko adanya pemalsuan data status Jemaah,” terang Menag.

Kedua, pentingnya melakukan verifikasi dan validasi dokumen hasil SWAB/PCR yang dilakukan oleh petugas Kementerian Kesehatan RI sesuai protokol kesehatan untuk pelaku perjalanan dari luar negeri. “Hasil di lapangan, bukti dokumen bebas covid-19 belum terferifikasi secara sistem sehingga masih ada kemungkinan pemalsuan bukti bebas covid-19,” kata Menag.

“Evaluasi ketiga, Jemaah harus melaksanakan disiplin yang ketat terkait dengan penerapan protokol kesehatan selama masa karantina, baik di Tanah Air maupun di hotel tempat jemaah menginap,” sambungnya.

Selanjutnya, kata Menag, sebagai evaluasi keempat, saat kedatangan di Tanah Air, akan dilakukan prosedur karantina oleh KKP Bandara Soetta jika Jemaah tidak dapat menunjukkan bukti hasil PCR/SWAB positif dari kesehatan Saudi.

“Jemaah akan dilakukan tes PCR/SWAB selama masa karantina, dan baru diijinkan melanjutkan perjalanan ke daerah asal setelah menunjukkan hasil negatif,” pungkasnya. (hud/kal)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Badai di Pulau Mediterania Sebabkan Pohon Tumbang dan 6 Orang Tewas

NUSADAILY.COM – AJACCIO – setidaknya ada 6 orang tewas dan 12 lainnya cedera setelah badai di Pulau Corsica, Mediterania, Prancis. Angin yang sangat kuat...