Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsMetropolitanProses Pemulihan, PHRI Minta Diskon Pajak Pariwisata

Proses Pemulihan, PHRI Minta Diskon Pajak Pariwisata

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kembali menyampaikan keinginannya agar pemerintah menurunkan pajak untuk sektor pariwisata. Hal itu disampaikan mengingat bisnis pariwisata masih dalam proses pemulihan setelah pandemi covid-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Kita akan coba untuk mengadakan dialog langsung dengan Dinas perpajakan Dispenda. Apa saja yang menjadi handicap kita di lapangan, termasuk juga beban-beban (biaya utilitas),” ujar Wakil Ketua Bidang Usaha Litbang, Data dan IT PHRI Priyanto pada acara Rapat Kerja Daerah II BPD PHRI Jakarta yang digelar secara online Rabu (19/1).

BACA JUGA : PHRI Cianjur Dukung Program Pemerintah Tidak Gelar Pesta Perayaan Tahun Baru

Dalam rincian Program Kerja PHRI 2022, terdapat usulan pengurangan/penyederhanaan pajak sebagai salah satu rencana bidang pemasaran dan investasi PHRI untuk tahun ke depan.

Pada Maret 2020 lalu, pemerintah sudah menggelontorkan insentif pengurangan pajak untuk hotel dan restoran di 10 destinasi wisata.

BACA JUGA : PHRI-GIPI Sumsel Dukung Penerapan Sertifikat CHSE

Namun, PHRI menilai hal tersebut perlu ditingkatkan karena bukan cuma industri pariwisata di 10 destinasi saja yang terhantam, tetapi juga seluruh destinasi pariwisata.

“Beliau-beliau kan mungkin hanya melihat dari sisi angka, tetapi kan sebetulnya behind (di balik) angka itu kan ada nafkah orang karena ada sepersekian itu yang masuknya ke gaji, tanpa itu kan gaji orang tambah berat,” terang Priyanto.

BACA JUGA : PHRI Sumsel Bantu Pemkot Palembang Dongkrak PAD dari Restoran

Karenanya, ia berharap pengurangan pajak tersebut dapat meringankan beban dari perusahaan-perusahaan di sektor pariwisata.

“Nah, makanya kita akan tingkatkan nanti komunikasi ini dan kita akan undang anggota untuk kemudian ikut serta dalam diskusi langsung dengan dinas terkait,” kata Priyanto.(lal)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Usung Pembelajaran Bahasa, Sosial dan Budaya dalam MBKM, UM Gelar Seminar Nasional

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam rangka menyukseskan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya bidang pembelajaran bahasa, sastra dan budaya. Departemen Sastra Jerman Universitas...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kembali menyampaikan keinginannya agar pemerintah menurunkan pajak untuk sektor pariwisata. Hal itu disampaikan mengingat bisnis pariwisata masih dalam proses pemulihan setelah pandemi covid-19.

"Kita akan coba untuk mengadakan dialog langsung dengan Dinas perpajakan Dispenda. Apa saja yang menjadi handicap kita di lapangan, termasuk juga beban-beban (biaya utilitas)," ujar Wakil Ketua Bidang Usaha Litbang, Data dan IT PHRI Priyanto pada acara Rapat Kerja Daerah II BPD PHRI Jakarta yang digelar secara online Rabu (19/1).

BACA JUGA : PHRI Cianjur Dukung Program Pemerintah Tidak Gelar Pesta Perayaan Tahun Baru

Dalam rincian Program Kerja PHRI 2022, terdapat usulan pengurangan/penyederhanaan pajak sebagai salah satu rencana bidang pemasaran dan investasi PHRI untuk tahun ke depan.

Pada Maret 2020 lalu, pemerintah sudah menggelontorkan insentif pengurangan pajak untuk hotel dan restoran di 10 destinasi wisata.

BACA JUGA : PHRI-GIPI Sumsel Dukung Penerapan Sertifikat CHSE

Namun, PHRI menilai hal tersebut perlu ditingkatkan karena bukan cuma industri pariwisata di 10 destinasi saja yang terhantam, tetapi juga seluruh destinasi pariwisata.

"Beliau-beliau kan mungkin hanya melihat dari sisi angka, tetapi kan sebetulnya behind (di balik) angka itu kan ada nafkah orang karena ada sepersekian itu yang masuknya ke gaji, tanpa itu kan gaji orang tambah berat," terang Priyanto.

BACA JUGA : PHRI Sumsel Bantu Pemkot Palembang Dongkrak PAD dari Restoran

Karenanya, ia berharap pengurangan pajak tersebut dapat meringankan beban dari perusahaan-perusahaan di sektor pariwisata.

"Nah, makanya kita akan tingkatkan nanti komunikasi ini dan kita akan undang anggota untuk kemudian ikut serta dalam diskusi langsung dengan dinas terkait," kata Priyanto.(lal)