Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanPimpinan DPR Menangkis Pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia

Pimpinan DPR Menangkis Pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sufmi Dasco Ahmad, menangkis wacana pemulangan WNI eks ISIS. Pemerintah Indonesia sudah banyak masalah, maka pemerintah tak perlu menambah masalah lagi dengan memulangkan WNI eks ISIS.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ya tentu, kalau soal pemulangan masyarakat asal Indonesia sebanyak 660 orang, tentunya perlu banyak kajian terutama pemerintah juga harus memperhatikan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam Pasal 23, dijelaskan WNI yang mengikrarkan diri untuk setia terhadap negara lain akan kehilangan kewarganegaraannya,” kata Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 7 Februari 2020.

Alumni Universitas Islam Bandung ini mengingatkan, ada satu pertimbangan yang harus diperhatikan dalam kajian tersebut, yaitu pasal 23 UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

“Nah itu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian, yang perlu benar-benar dipertimbangkan oleh pemerintah,” ujar politisi kelahiran Bandung ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah Indonesia harus hati-hati karena di sisi lain Pemerintah Suriah menganggap ISIS sebagai kombatan termasuk (eks) WNI dan akan dituntut. Hal ini dapat menimbulkan isu tentang perlindungan eks WNI sebagai isu kemanusiaan.

“Seandainya opsi pemulangan yang dipilih, tidak bisa begitu saja membiarkan mereka kembali ke masyarakat umum. Ada proses screening lengkap dengan uji kebohongan,” tuturnya.

Di lokasi terpisah, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menjelaskan, seyogyanya Indonesia harus tegas menghadapi orang yang sudah meninggalkan kewarganegaraan, dengan menghancurkan Paspor RI.

“Terlebih, WNI itu diduga terlibat Foreign Terrorist Fighter (FTF) atau terduga teroris lintas batas,” ujar Susaningtyas. (via)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR