Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaNewsMetropolitanPenyelenggaraan Umrah Buka, Pemerintah Saudi Akan Perketat Imigrasi dan Protokol Kesehatan

Penyelenggaraan Umrah Buka, Pemerintah Saudi Akan Perketat Imigrasi dan Protokol Kesehatan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Menteri Agama Jainut Tauhid Saadi mengatakan, penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah Indonesia segera dibuka. Namun karena masih musim pandemi Covid-19 maka proses protokol kesehatan harus di terapkan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Iya kemungkinan bulan ini, dan teknisnya masih dibahas,” ujarnya kepada Nusadaily.com di Jakarta, Sabtu 5 September 2020.

Meski pemerintah Arab Saudi belum membuka secara resmi penyelenggaraan ibadah umroh. Tapi protokol kesehatan menjadi proses yang penting yang akan diterapkan saat pelaksanaan umroh nanti.

“Iya tentu protokol kesehatan menjadi wajib untuk semua jamaah dan petugas tanpa terkecuali,” ujarnya

Sementara Konsul Haji KJRI Jeddah, Arab Saidi Endang Jumali mendampingi Konjen RI Eko Hartono bertemu Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Abdul Aziz Wazzan di Jeddah. Dalam pertemuan tersebut di bahas sejumlah masalah khususnya terkait pelaksanaan umroh.

“Pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umrah diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat,” ujar Endang Jumali

Namun, menurut Endang, ada persyaratan yang harus terpenuhi sebelum dibukanya musim umrah. Pertama, penerbangan internasional di Arab Saudi sudah dibuka kembali. Kedua, ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah di masa pandemi Covid-19 telah ditetapkan oleh Kemenkes Saudi

“Ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah masih dibahas dan dikoordinasikan dengan pihak dan instansi terkait, termasuk Otoritas Penerbangan Sipil (GACA) sebagai pihak yang mengeluarkan regulasi penerbangan,” jelas Endang.

“Pemerintah Arab Saudi juga akan mengkaji regulasi penerbangan di Indonesia sebagai bahan penentuan kebijakan dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah umrah,” lanjutnya.

Endang menjelaskan, jika sudah dibuka, penyelenggaraan umrah akan diperuntukkan bagi semua muslim, termasuk warga Arab Saudi dan Ekspatriat yang berada di Arab Saudi. Sampai saat ini, tidak ada rencana kebijakan untuk melakukan pembatasan kuota jemaah umrah.

“Terkait kebijakan batasan usia bagi jemaah umrah masih menunggu ketentuan protokol kesehatan dari Kemenkes,” tandasnya.

Ditambahkan Endang, rapat juga membahas sejumlah teknis penyelenggaraan umrah. Misalnya, proses visa dilakukan sama seperti tahun lalu. Dibahas juga tentang pengembangan sistem teknologi informasi dan data yang terintegrasi antara Kedeputian Umrah serta masalah asuransi kesehatan. (hud/lna)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Konser Mario Parizek Dibatalkan Karena Dugaan Perampasan Budaya

NUSADAILY.COM – ZURICH – Setelah beberapa konser yang baru-baru ini dibatalkan, kali ini musisi asal Austria Mario Parizek yang berambut gimbal ikut andil. Menurut...